Langka, Mantan Dubes Israel Desak Australia Akui Negara Palestina

Rabu, 09 Agustus 2023 - 20:45 WIB
loading...
Langka, Mantan Dubes...
Seorang mantan Dubes Israel mendesak Australia untuk mengakui Negara Palestina. Foto/REUTERS
A A A
TEL AVIV - Mantan Duta Besar (Dubes) Israel untuk Australia Alon Liel mendesak Canberra untuk mengakui Negara Palestina. Ini merupakan sikap langka dari tokoh Zionis.

Liel, yang juga mantan Direktur Jenderal Kementerian Luar Negeri Israel, menyampaikan desakan itu dalam tulisan opini di The Guardian.

Mantan diplomat senior Israel itu memuji pemerintah Partai Buruh di Canberra karena mengadopsi kebijakan garis keras terhadap negara pendudukan Israel.

Baca Juga: 5 Kelompok Yahudi Dunia yang Menentang Keras Negara Israel

Pemerintah federal Australia mengumumkan minggu ini bahwa mereka akan secara resmi membawa kebijakannya sejalan dengan hukum internasional dan menyebut permukiman Israel di Tepi Barat sebagai "ilegal" dan wilayah itu sebagai "wilayah yang diduduki".

Menanggapi langkah tersebut, Liel mendesak negara Oseanik untuk mengambil langkah berikutnya dan mengakui Negara Palestina.

"Kami membutuhkan dukungan untuk melawan upaya pemerintah Israel dan berjuang menuju dua negara demokratis yang hidup berdampingan secara damai," tulis Liel dalam seruannya.

"Masyarakat internasional harus melawan dengan memberikan Palestina peningkatan legitimasi internasional. Melakukan hal itu mengirim pesan bahwa mereka tidak akan berpangku tangan sementara [pemerintah] sayap kanan Israel mewujudkan agendanya. Lebih banyak negara harus mengakui kenegaraan Palestina untuk melawan realitas yang akan datang ini," paparnya, yang dilansir Rabu (9/8/2023).

Seruan Liel kepada Australia dan masyarakat internasional lahir dari keputusasaan untuk menyelamatkan Israel. Dia mengatakan bahwa setelah mendedikasikan kehidupan profesionalnya untuk mewakili dan mempromosikan kepentingan Israel di seluruh dunia, negara itu kini berada dalam situasi berbahaya.

Mantan diplomat itu mengakui bahwa meskipun perusahaan pemukiman ilegal telah didukung oleh "pemerintah berturut-turut", sehingga mencegah pembentukan negara Palestina.

Setelah menjelaskan bahwa pemerintah ultra-nasionalis yang dipimpin Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sedang berlomba menuju aneksasi Wilayah Pendudukan Palestina (OPT). "Dan secara permanen memperkuat mimpi buruk kemanusiaan dan anti-demokrasi harian yang telah menjadi pendudukan Israel," tulis Liel.

"Selama enam bulan terakhir metode ini telah menyebar ke Israel sendiri, hingga membahayakan demokrasi kita sendiri yang berharga—dasar kedekatan kita dengan dunia Barat."

Liel juga mengakui bahwa aliran ultra-nasionalis sayap kanan yang melekat dalam Zionisme telah menjadi ideologi dominan negara yang dia layani selama beberapa dekade.

"Hak Israel selalu memimpikan satu-satunya kedaulatan Israel antara Laut Mediterania dan Sungai Yordan," jelas Liel, dengan alasan bahwa pemerintah saat ini bertekad untuk memasang rezim yang memberikan hak eksklusif dan tidak dapat dipertanyakan dari orang-orang Yahudi untuk semua wilayah tanah Israel dan berkomitmen untuk mempromosikan dan mengembangkan pemukiman di semua bagiannya.

Liel menekankan bahwa pengakuan Australia atas Negara Palestina akan mengirimkan pesan yang kuat bahwa masyarakat internasional tidak akan tinggal diam sementara agenda ekstremis mengikis prospek solusi dua negara.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Jenderal Iran Peringatkan...
Jenderal Iran Peringatkan Pasukan Israel: Tinggalkan Lebanon atau Diusir Secara Memalukan!
Iran Jawab Ancaman Trump:...
Iran Jawab Ancaman Trump: AS Sebaiknya Berhati-hati!
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
6 Tentara Israel Tewas...
6 Tentara Israel Tewas dalam 3 Hari Terakhir Akibat Sergapan Hizbullah
Pilot Australia Terbangkan...
Pilot Australia Terbangkan 2 Buronan Paling Dicari ke Indonesia via Penerbangan Gelap
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
Selat Hormuz Ditutup...
Selat Hormuz Ditutup Lagi, Trump Ancam Lenyapkan Iran
Rekomendasi
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Mangrove di Kawasan Pesisir Jakarta Terus Diperkuat
Mau Nyaman Liburan ke...
Mau Nyaman Liburan ke Bali? Perhatikan Ini Sebelum Memilih Tour Wisata
Messi Pecahkan Rekor...
Messi Pecahkan Rekor Gol Piala Dunia, Argentina Ungguli Austria di Babak Pertama
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Infografis
Akankah Pengakuan Negara...
Akankah Pengakuan Negara Palestina Hentikan Perang Gaza?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved