India Larang Drone Militer Gunakan Suku Cadang China

Selasa, 08 Agustus 2023 - 15:34 WIB
loading...
A A A
"Terutama kami terkendala oleh mesin," kata Dilip, dengan model yang dibuat di dalam negeri maupun internasional tidak tersedia untuk India hingga pekerjaan itu.

Selain Tapas, yang diperkirakan akan memulai uji coba militer bulan ini, ADE sedang mengerjakan platform tak berawak siluman dan platform High Altitude Long Endurance, tetapi keduanya masih bertahun-tahun lagi.

Untuk mengisi celah ini, India mengumumkan pada bulan Juni bahwa mereka akan membeli 31 drone MQ-9 dari AS dengan harga lebih dari USD3 miliar.

R.K. Narang, pakar drone di kantor pemerintah Manohar Parrikar Institute for Defence Studies and Analyses, mengatakan "harus ada strategi nasional yang koheren untuk mengisi kesenjangan teknologi" untuk menghasilkan produk yang layak secara komersial.

Menteri Keuangan Nirmala Sitharaman berjanji pada bulan Februari bahwa seperempat dari anggaran tahun ini sebesar 232,6 miliar rupee (USD2,83 miliar) untuk penelitian dan pengembangan pertahanan akan digunakan untuk industri swasta.

Namun, Narang mengatakan ada sedikit investasi dalam penelitian dan pengembangan oleh perusahaan sektor swasta besar India. Joshi mengatakan pemodal ventura menghindari proyek militer karena waktu tenggang yang lama dan risiko bahwa pesanan mungkin tidak terwujud.

Pejabat senior pertahanan mengatakan India perlu menerima biaya yang lebih tinggi untuk meningkatkan manufaktur dalam negeri.

“Kalau hari ini saya beli peralatan dari China tapi saya bilang mau bikin di India, biayanya naik 50%,” ujarnya. "Kita sebagai bangsa harus siap membantu membangun ekosistem di sini."
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
Siapa Liao Dan? Pria...
Siapa Liao Dan? Pria yang Dijuluki Penipu Paling Setia di China
Menjaga Persahabatan...
Menjaga Persahabatan atau Menebar Pengaruh, 6 Alasan Xi Jinping Berkunjung ke Korut
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia, China dan Rusia Bersaing Ketat
Amankan Piala Dunia...
Amankan Piala Dunia 2026, AS Kerahkan Sistem Pertahanan Anti-drone
Iran Tembakkan 7 Rudal...
Iran Tembakkan 7 Rudal Balistik ke Kuwait, Balas Serangan AS di Pulau Qeshm dan Goruk
Gempa M7,8 Filipina...
Gempa M7,8 Filipina Tewaskan 46 Orang, Korban Hilang Juga Bertambah
Rekomendasi
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
GenIUS Expo 2026 Dorong...
GenIUS Expo 2026 Dorong Siswa Kembangkan Potensi Diri melalui Karya dan Inovasi
Industri Aset Digital...
Industri Aset Digital Dorong Penguatan Ekosistem Hospitality Bandara
Berita Terkini
5 Fakta Krisis Timur...
5 Fakta Krisis Timur Tengah Membara, Apache Ditembak Jatuh hingga 3 Negara Arab Dirudal Iran
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Kehancuran di Pangkalan Udara Israel Akibat Serangan Iran
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
Diduga Terlibat dalam...
Diduga Terlibat dalam Skandal Seks, Bill Gates Hadapi Sidang di DPR AS
Pakar Militer Klaim...
Pakar Militer Klaim Iran Ingin Memulihkan Daya Tolak Terhadap Serangan AS
Bagaimana AS Kehilangan...
Bagaimana AS Kehilangan Helikopter Apache Pertama dalam Perang dengan Iran?
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Larang Ondel-ondel Digunakan untuk Ngamen di Jalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved