Studi: Pandemi Tingkatkan Angka Kematian Akibat HIV dan TBC di Negara Miskin
Rabu, 29 Juli 2020 - 21:21 WIB
loading...
Sebuah studi memprediksi bahwa kematian akibat HIV, TBC dan malaria dapat melonjak di negara-negara miskin dan menengah, karena sistem kesehatan yang sudah lemah bergulat dengan gangguan parah dari pandemi Covid-19. Foto/Ist
A
A
A
LONDON - Sebuah studi memprediksi bahwa kematian akibat HIV, TBC dan malaria dapat melonjak di negara-negara miskin dan menengah. Ini karena sistem kesehatan yang sudah lemah bergulat dengan gangguan parah dari pandemi Covid-19 .
Menurut studi tersebut, yang diterbitkan dalam jurnal Lancet Global Health, memprediksi bahwa selama lima tahun ke depan, kematian dari ketiga penyakit dapat meningkat masing-masing sebanyak 10%, 20% dan 36%, menempatkan dampak kematian pada skala yang mirip dengan dampak langsung pandemi Covid-19 itu sendiri.
( Baca juga: Cegah Klaster Baru, Pemkab Sleman Gelar Swab di Ponpes )
"Di negara-negara dengan beban malaria yang tinggi dan epidemi HIV dan TB yang besar, bahkan gangguan jangka pendek dapat memiliki konsekuensi yang menghancurkan bagi jutaan orang yang bergantung pada program untuk mengendalikan dan mengobati penyakit ini," kata Timothy Hallett, seorang profesor di Imperial College London, yang turut ambil bagian dalam studi itu.
Hallett, seperti dilansir Japan Today, mengatakan dampak langsung dari Covid-19 dapat membatalkan beberapa kemajuan signifikan terhadap penyakit yang dibuat selama dua dekade terakhir.
Menurut studi tersebut, yang diterbitkan dalam jurnal Lancet Global Health, memprediksi bahwa selama lima tahun ke depan, kematian dari ketiga penyakit dapat meningkat masing-masing sebanyak 10%, 20% dan 36%, menempatkan dampak kematian pada skala yang mirip dengan dampak langsung pandemi Covid-19 itu sendiri.
( Baca juga: Cegah Klaster Baru, Pemkab Sleman Gelar Swab di Ponpes )
"Di negara-negara dengan beban malaria yang tinggi dan epidemi HIV dan TB yang besar, bahkan gangguan jangka pendek dapat memiliki konsekuensi yang menghancurkan bagi jutaan orang yang bergantung pada program untuk mengendalikan dan mengobati penyakit ini," kata Timothy Hallett, seorang profesor di Imperial College London, yang turut ambil bagian dalam studi itu.
Hallett, seperti dilansir Japan Today, mengatakan dampak langsung dari Covid-19 dapat membatalkan beberapa kemajuan signifikan terhadap penyakit yang dibuat selama dua dekade terakhir.
Lihat Juga :