Kereta Api Tergelincir di Pakistan, Sedikitnya 30 Orang Tewas

Minggu, 06 Agustus 2023 - 20:37 WIB
loading...
Kereta Api Tergelincir...
Kereta api tergelincir di Pakistan mengakibatkan puluhan orang tewas. Foto/Reuters
A A A
ISLAMABAD - Sedikitnya 30 orang tewas dan 100 lainnya luka-luka ketika sebuah kereta tergelincir di Pakistan selatan.

Beberapa gerbong Hazara Express terbalik di dekat stasiun kereta Sahara di Nawabshah, sekitar 275 km dari kota terbesar Karachi.

Penumpang yang terluka dipindahkan ke rumah sakit terdekat. Tim penyelamat berusaha membebaskan orang-orang dari reruntuhan yang gerbong yang hancur.

BBC melaporkan, kecelakaan pada sistem kereta api kuno Pakistan tidak jarang terjadi.

Menteri Perkeretaapian Pakistan Khawaja Saad Rafique mengatakan penyelidikan awal menunjukkan kereta itu berjalan dengan kecepatan normal. Dia mengatakan mereka mencoba untuk menentukan apa yang menyebabkan tergelincirnya kereta tersebut.

"Ini kecelakaan yang cukup besar," kata Rafique kepada wartawan. "Ada dua alasan: Pertama karena kesalahan mekanis, atau kesalahan itu dibuat - mungkin sabotase. Kami akan menyelidikinya."

Baca Juga: Mengapa Mantan PM Pakistan Imran Khan Ditangkap?

Seorang juru bicara perkeretaapian di Karachi mengatakan setidaknya delapan gerbong keluar jalur. Keadaan darurat telah diumumkan di rumah sakit utama di Nawabshah dan distrik tetangga Sindh.

Video yang diposting di media sosial menunjukkan puluhan orang di lokasi kecelakaan, dengan beberapa penumpang keluar dari gerbong yang terbalik. Kecelakaan Hazara Express terjadi di dekat stasiun kereta Sahara dekat kota Nawabshah di provinsi Sindh selatan.

"Delapan gerbong tergelincir," Mohsin Syal, seorang pejabat kereta api, mengatakan kepada HUM News.

Kereta Api Tergelincir di Pakistan, Sedikitnya 30 Orang Tewas

Foto/Reuters

Menteri Penerangan Pakistan Sindh Sharjeel Memon mengatakan kepada BBC News bahwa prioritas utama pemerintah adalah pekerjaan penyelamatan, yang menjadi fokus.

Seorang pria melompat dari belakang ambulans sambil mencengkeram seorang anak, pakaiannya berlumuran darah. Sementara seorang wanita mengerang kesakitan saat dia dibawa dengan tandu.

"Kami tidak tahu apa yang terjadi, kami hanya duduk di dalam," kata seorang wanita yang kebingungan.

Di lokasi kecelakaan di luar Nawabshah, puluhan mobil, traktor, becak, dan sepeda motor terlihat diparkir di jalan yang membentang di sepanjang lintasan.

Baca Juga: China dan Pakistan Menandai 10 Tahun Mega Infrastruktur Landasan Belt and Road Initiative

Pejabat polisi senior Younis Chandio mengatakan kepada Geo News dari lokasi bahwa beberapa penumpang masih terjebak dalam satu gerbong. Ijaz Shah, seorang pejabat perkeretaapian provinsi, mengatakan kepada AFP bahwa sebuah kereta bantuan telah dikirim ke lokasi tersebut.

Hazara Express adalah kereta penumpang harian yang meninggalkan kota pelabuhan Karachi di selatan dan membutuhkan waktu sekitar 33 jam untuk mencapai Havelian di provinsi Khyber Pakhtunkhwa, sekitar 1.600 km di utara.

Pada Juni 2021, dua kereta bertabrakan di dekat Daharki di Sindh, menewaskan sedikitnya 65 orang dan melukai sekitar 150 lainnya. Dalam kecelakaan itu, sebuah kereta api tergelincir ke jalur yang berlawanan, dan kereta penumpang kedua menabrak reruntuhan sekitar satu menit kemudian.

Kemudian, sedikitnya 75 penumpang tewas dalam kebakaran di atas kereta ekspres Tezgam pada Oktober 2019. Selain itu, tabrakan dua kereta di Ghotki menewaskan lebih dari 100 orang pada 2005.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Permainan Lincah Pakistan...
Permainan Lincah Pakistan dalam Mendamaikan AS dan Iran, Ini 4 Rahasianya
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
3 Fakta Kereta Leo Express...
3 Fakta Kereta Leo Express dengan Rute Terpanjang di Eropa hingga 1.300 Km
KAI Jadi Benchmark Layanan...
KAI Jadi Benchmark Layanan Publik Indonesia, Dinilai Mampu Bersaing secara Global
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Trump Ancam Ambil Alih...
Trump Ancam Ambil Alih Selat Hormuz, Sebut AS Malaikat Pelindung
Rekomendasi
Anggota Polri dan TNI...
Anggota Polri dan TNI Gugur saat Selamatkan Anak Tenggelam di Pantai Maluku Tenggara
Stimulus Jumbo Lintas...
Stimulus Jumbo Lintas Sektor Rp26,34 Triliun Resmi Meluncur, Berikut Rincian Alokasinya
Gunakan MT Gamkonora,...
Gunakan MT Gamkonora, Pertamina Patra Niaga Tambah 450 Ribu Barel Minyak
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Infografis
3 Proyek Kereta Cepat...
3 Proyek Kereta Cepat Termahal di Dunia, Whoosh Tak Masuk Hitungan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved