Musuh Bebuyutan Putin Merasa Akan Dihukum Penjara Lama atau Stalinis
Jum'at, 04 Agustus 2023 - 09:58 WIB
loading...
A
A
A
“Kalau mereka minta 20 [tahun, hakim] akan kasih 18 atau kurang lebih seperti itu. Tidak masalah karena kasus terorisme akan datang berikutnya, di mana mereka dapat menambahkan 10 tahun lagi,” lanjut aktivis oposisi tersebut, seperti dikutip The Moscow Times.
Navalny mengatakan pada bulan April bahwa dia dapat menghadapi hukuman penjara seumur hidup dalam persidangan terpisah atas tuduhan terorisme.
Dalam posting hari Kamis, dia menuduh otoritas Rusia memenjarakan ratusan aktivis untuk menakut-nakuti jutaan orang Rusia yang berpikiran oposisi agar tidak mengambil tindakan.
“Hukuman apa pun yang mereka rencanakan, tidak akan mencapai tujuannya jika Anda memahami untuk apa dan menjawab 'Saya tidak takut', dengan kontribusi berdarah dingin Anda setiap hari untuk perjuangan demi kebebasan di Rusia, betapapun kecilnya,” paparnya.
“Tidak ada salahnya memilih cara teraman untuk melawan. Sayang sekali tidak melakukan apa-apa, membiarkan diri Anda terintimidasi,” tulis Navalny, menyerukan para pendukung untuk terus memprotes meskipun Rusia melakukan tindakan keras terhadap perbedaan pendapat sejak menginvasi Ukraina tahun lalu.
Navalny mengatakan pada bulan April bahwa dia dapat menghadapi hukuman penjara seumur hidup dalam persidangan terpisah atas tuduhan terorisme.
Dalam posting hari Kamis, dia menuduh otoritas Rusia memenjarakan ratusan aktivis untuk menakut-nakuti jutaan orang Rusia yang berpikiran oposisi agar tidak mengambil tindakan.
“Hukuman apa pun yang mereka rencanakan, tidak akan mencapai tujuannya jika Anda memahami untuk apa dan menjawab 'Saya tidak takut', dengan kontribusi berdarah dingin Anda setiap hari untuk perjuangan demi kebebasan di Rusia, betapapun kecilnya,” paparnya.
“Tidak ada salahnya memilih cara teraman untuk melawan. Sayang sekali tidak melakukan apa-apa, membiarkan diri Anda terintimidasi,” tulis Navalny, menyerukan para pendukung untuk terus memprotes meskipun Rusia melakukan tindakan keras terhadap perbedaan pendapat sejak menginvasi Ukraina tahun lalu.
Lihat Juga :