Ukraina Kerahkan 150.000 Tentara Didikan NATO untuk Lawan Rusia, tapi....
Kamis, 03 Agustus 2023 - 11:53 WIB
loading...
Ukraina telah kerahkan 150.000 tentara didikan NATO dalam serangan balasan terhadap pasukan Rusia, namun hasilnya masih mengecewakan AS. Foto/REUTERS
A
A
A
KYIV - Ukraina telah mengerahkan 150.000 tentara yang dilatih NATO untuk mendukung serangan balasan terbaru terhadap pasukan Rusia. Namun, Amerika Serikat (AS) kecewa karena hanya mendapatkan sedikit kemajuan.
Ratusan ribu tentara Kyiv itu dikerahkan dalam tiga sumbu serangan dengan mencoba menembus jaringan benteng pertahanan Rusia yang berlapis-lapis di dekat desa Orikhiv di Zaporizhzhia.
"Belum memberikan hasil yang signifikan," kata pejabat Departemen Pertahanan AS kepada NatSec Daily yang berbicara dengan syarat anonim.
Baca Juga: Rusia Hendak Blokade Laut Hitam Lagi, 7 Kapal Perang NATO Unjuk Kekuatan
Kendati demikian, Kyiv masih menyimpan sejumlah pasukan sebagai cadangan karena tentara terus menyisir pertahanan Rusia yang dipasangi ranjau berat untuk mencari titik lemah.
“Mereka sebagian besar menghasilkan keuntungan kecil dan bertahap pada ketiga sumbu," ujar pejabat Pentagon tersebut, yang dilansir dari Politico, Kamis (3/8/2023).
“Mereka masih menghadapi perlawanan keras Rusia—lapisan pertahanan kedua dan ketiga.”
Ratusan ribu tentara Kyiv itu dikerahkan dalam tiga sumbu serangan dengan mencoba menembus jaringan benteng pertahanan Rusia yang berlapis-lapis di dekat desa Orikhiv di Zaporizhzhia.
"Belum memberikan hasil yang signifikan," kata pejabat Departemen Pertahanan AS kepada NatSec Daily yang berbicara dengan syarat anonim.
Baca Juga: Rusia Hendak Blokade Laut Hitam Lagi, 7 Kapal Perang NATO Unjuk Kekuatan
Kendati demikian, Kyiv masih menyimpan sejumlah pasukan sebagai cadangan karena tentara terus menyisir pertahanan Rusia yang dipasangi ranjau berat untuk mencari titik lemah.
“Mereka sebagian besar menghasilkan keuntungan kecil dan bertahap pada ketiga sumbu," ujar pejabat Pentagon tersebut, yang dilansir dari Politico, Kamis (3/8/2023).
“Mereka masih menghadapi perlawanan keras Rusia—lapisan pertahanan kedua dan ketiga.”
Lihat Juga :