Rusia Hendak Blokade Laut Hitam Lagi, 7 Kapal Perang NATO Unjuk Kekuatan

Kamis, 03 Agustus 2023 - 07:02 WIB
loading...
A A A
"Pemain peran latihan ditempatkan di ladang ranjau yang disimulasikan melintasi chokepoint maritim yang sempit—jalur air yang dibatasi secara navigasi yang secara alami menyalurkan lalu lintas pengiriman pedagang sebagai rute terpendek antara tujuan utama," bunyi pernyataan Komando Maritim Sekutu NATO, yang mengonfirmasi bahwa latihan perang itu telah diselesaikan.

“Ladang ranjau seperti itu merupakan hambatan besar bagi jalur kapal, terutama bila dikombinasikan dengan risiko serangan dari pesawat musuh dan kapal permukaan serangan cepat. Ini juga merupakan skenario realistis yang dihadapi oleh kapal perang atau kapal dagang," lanjut komando tersebut, seperti dikutip dari Newsweek, Kamis (3/8/2023).

“Ada potensi agresor untuk menutup chokepoint maritim melalui penggunaan ranjau laut atau pasukan pesisir, oleh karena itu Angkatan Laut Sekutu harus siap bereaksi untuk menjaga kebebasan navigasi melalui rute pelayaran vital ini.”

Komandan latihan perang Komodor Commodore Paul Stroude mengatakan: "Baik ekonomi dunia dan keberadaan kita sehari-hari sangat bergantung pada pengiriman pedagang. Sangat penting bagi kita untuk dapat menjaga rute strategis ini tetap terbuka sehingga kapal dagang dapat melewatinya dengan aman."

Unjuk kekuatan kapal-kapal perang NATO penyapu ranjau terjadi ketika Rusia mencoba memblokade kembali lalu lintas kapal di Laut Hitam menyusul penarikan dirinya dari kesepakatan biji-bijian "Black Sea Initiative" bulan lalu.

Perjanjian tersebut telah berlaku sejak Juli 2022 untuk melindungi kapal yang membawa produk pertanian penting dari pelabuhan Rusia dan Ukraina. Kyiv dan Moskow membuat kesepakatan terpisah dengan Turki dan PBB untuk memfasilitasi ekspor, memungkinkan sekitar 36 juta ton biji-bijian lewat tanpa hambatan dalam 12 bulan berikutnya.

Kremlin—yang telah membatasi pengiriman via Laut Hitam meskipun ada kesepakatan—mengumumkan tidak akan lagi mematuhi inisiatif tersebut setelah serangan bulan Juli oleh Ukraina terhadap Jembatan Selat Kerch atau Jembatan Crimea.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bak Film Spionase, Mata-mata...
Bak Film Spionase, Mata-mata Italia Berkhianat dan Jual Rahasia NATO kepada Rusia
Ukraina Ngamuk, Serang...
Ukraina Ngamuk, Serang 21 Kapal Tanker Minyak Rusia
Ukraina Tidak Akan Produksi...
Ukraina Tidak Akan Produksi Rudal Patriot meski Trump Beri Lisensi, Ini 3 Alasannya
Mengapa Turki Jual Sistem...
Mengapa Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA? Ini Alasan Utamanya
Ini Reaksi 9 Pemimpin...
Ini Reaksi 9 Pemimpin Negara NATO setelah Menerima Hadiah Pistol dari Erdogan
Rusia Terbuka Jika Turki...
Rusia Terbuka Jika Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA
Rusia Larang Ekspor...
Rusia Larang Ekspor Solar, Picu Kekhawatiran Baru di Pasar Energi Dunia
Kebakaran Pabrik Sepatu...
Kebakaran Pabrik Sepatu di China Tewaskan Setidaknya 28 Orang
Ken Bates Mantan Bos...
Ken Bates Mantan Bos Chelsea Meninggal di Usia 94 Tahun, Pernah Beli The Blues Seharga 1 Pound Sterling
Rekomendasi
Datang Melayat, Bedu...
Datang Melayat, Bedu Ungkap Kenangan Terakhir Bersama Temon
Komedian Temon Meninggal...
Komedian Temon Meninggal Dunia, Rumah Duka Dipenuhi Pelayat dan Rekan Artis
Momen Kapolri dan Jaksa...
Momen Kapolri dan Jaksa Agung Foto Bareng Menko Polkam, Panglima TNI, serta Kepala BIN
Berita Terkini
Hakim Perempuan Muslim...
Hakim Perempuan Muslim Ini Diancam Dibunuh setelah Menghukum Para Penjaga Sapi
Balas Dendam Itu Pasti...
Balas Dendam Itu Pasti Terjadi! Media Iran Rilis 13 Pejabat AS, Iran dan Eropa yang Jadi Target
Pendiri Telegram: Uni...
Pendiri Telegram: Uni Eropa Berubah Menjadi Republik Pisang
Barisan Nasional Menang...
Barisan Nasional Menang Besar di Pemilu Johor, Koalisi PM Anwar Ibrahim Terancam?
Ditutup-tutupi selama...
Ditutup-tutupi selama 1 Bulan, 2 Pilot China Tewas saat Latihan Perang
Secara Strategis, Pakar...
Secara Strategis, Pakar Militer Ini Yakin Iran Lebih Unggul Dibandingkan AS
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved