Peningkatan Serangan Bom Bunuh ISIS Guncang Politik dan Ekonomi di Pakistan

Rabu, 02 Agustus 2023 - 22:15 WIB
loading...
A A A
Sebagian besar serangan terjadi di provinsi Khyber Pakhtunkhwa dan distrik sukunya. Ini diikuti oleh insiden di provinsi barat daya Balochistan, di mana kampanye bersenjata nasionalis terus berlanjut selama bertahun-tahun.

Lebih dari 100 orang tewas pada Januari tahun ini ketika seorang pembom bunuh diri menargetkan sebuah masjid di daerah garis polisi Peshawar. Pada Februari para pejuang bersenjata menargetkan kantor polisi utama di selatan kota Karachi dalam serangan yang berlangsung berjam-jam dan menewaskan sedikitnya lima orang. Serangan skala besar lainnya terjadi di daerah Swat Khyber Pakhtunkhwa pada bulan April ketika penyerang menargetkan kantor kontraterorisme, yang mengakibatkan kematian 17 orang.

Serangan hari Minggu terhadap reli politik JUIF menimbulkan pertanyaan apakah Pakistan akan kembali menyaksikan kekerasan pra-pemungutan suara, yang terlihat pada tahun-tahun pemilihan sebelumnya.

Pakistan dijadwalkan mengadakan pemilihan umum akhir tahun ini dan memiliki sejarah kekerasan di mana tokoh politik menjadi sasaran.

Sejak Taliban Afghanistan mengambil alih Kabul pada Agustus 2021, TTP memfokuskan serangannya pada lembaga penegak hukum Pakistan dan personelnya dan telah melakukan banyak serangan dengan berbagai ukuran.

Dalam pernyataan baru-baru ini, kelompok tersebut mengklaim telah melakukan 98 serangan dengan berbagai intensitas pada bulan Juli saja.

Namun, meski memiliki ambisi yang sama untuk mendirikan emirat Islam di sabuk kesukuan Pakistan seperti ISIS-K, kedua kelompok tersebut berselisih.

Valle, sang peneliti, mengatakan bahwa kelompok-kelompok itu berdiri di ujung spektrum yang berlawanan dalam hal kesetiaan dan permusuhan mereka terhadap Taliban Afghanistan dan agenda regional.

“Kami melihat bahwa TTP tidak hanya langsung menjauhkan diri dari serangan Bajaur tetapi juga menuduh IS-K sebagai proksi dari pendirian Pakistan,” katanya kepada Al Jazeera.

Syed Akhtar Ali Shah, mantan kepala polisi di provinsi Khyber Pakhtunkhwa, mengatakan bahwa ISIS-K didorong oleh ideologi organisasi induk ISIL, yaitu untuk menciptakan "kekhalifahan Islam" di seluruh dunia.

“Mereka memiliki ideologi transnasional. Mereka menggunakan istilah 'takfeer', yang berarti siapa saja yang menyimpang dari jalan. Jadi menurut ISIL, siapa pun, bahkan jika mereka adalah pengikut Islam, mereka dapat dibunuh jika mereka berpihak pada orang kafir. Dan bagi ISIL, JUIF dan Taliban semuanya kafir,” kata mantan kepala polisi itu kepada Al Jazeera.

Shah menambahkan bahwa kepala TTP yang baru, Noor Wali Mehsud, telah menjelaskan bahwa kelompok tersebut hanya akan menargetkan personel keamanan dan seringkali dengan cepat mengutuk aktivitas ISIS-K.

“Ini adalah keputusan taktis mereka untuk tidak menargetkan masyarakat umum, tetapi juga dengan cepat, dan dengan tegas mengutuk tindakan kekerasan oleh IS-K. Saudara ideologis mereka di Afghanistan, Taliban di sana juga melakukan yang terbaik untuk memberantas IS-K,” katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Permainan Lincah Pakistan...
Permainan Lincah Pakistan dalam Mendamaikan AS dan Iran, Ini 4 Rahasianya
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
Jadi Satu-satunya Negara...
Jadi Satu-satunya Negara Islam Berbom Nuklir, Mengapa Pakistan Tolak Akui Israel?
Aden Indonesia Sinergi...
Aden Indonesia Sinergi Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Routa
Iran-AS Capai Kesepakatan...
Iran-AS Capai Kesepakatan Damai, Israel Tolak Tarik Pasukan dari Lebanon
Siap-Siap, Apple bakal...
Siap-Siap, Apple bakal Naikkan Harga iPhone Dkk Imbas Biaya Chip Melonjak
Rekomendasi
Jakarta Night Market...
Jakarta Night Market Glodok Diserbu Ribuan Pengunjung, UMKM Raup Untung Besar
Pria Mudah Lelah dan...
Pria Mudah Lelah dan Mengantuk Meski Cukup Tidur? Bisa Jadi Tanda Testosteron Rendah
Ajak Elite Politik Jaga...
Ajak Elite Politik Jaga Stabilitas Politik dan Konsisten Bersikap, Misbakhun: Jangan Ambigu
Berita Terkini
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Infografis
Politikus Muslim Mulai...
Politikus Muslim Mulai Kuasai Politik AS, Sinyal Kebangkitan Islam di Paman Sam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved