Arab Saudi Dilaporkan Jadi Tuan Rumah Pembicaraan Soal Ukraina, Indonesia Ikut Serta
Minggu, 30 Juli 2023 - 08:58 WIB
loading...
Arab Saudi dilaporkan jadi tuan rumah pembicaraan soal Ukraina, Indonesia ikut serta. Foto/Ilustrasi
A
A
A
RIYADH - Arab Saudi akan menjadi tuan rumah pembicaraan tentang Ukraina pada bulan Agustus mendatang, mengundang negara-negara Barat, Ukraina dan negara-negara berkembang utama termasuk India dan Brasil. Demikian laporan Wall Street Journal (WSJ).
"Pertemuan itu akan membawa pejabat senior dari 30 negara, termasuk Indonesia, Mesir, Meksiko, Cile, dan Zambia, ke Jeddah pada 5 dan 6 Agustus," kata laporan itu, mengutip para diplomat yang terlibat dalam diskusi itu seperti dilansir dari Al Arabiya, Minggu (30/7/2023).
Menurut WSJ, pejabat Ukraina dan Barat berharap bahwa pembicaraan, yang mengecualikan Rusia itu, dapat mengarah pada dukungan internasional untuk persyaratan perdamaian yang menguntungkan Ukraina.
Baca Juga: Vladimir Putin: Ukraina, AS, dan NATO Menolak Bicara dengan Rusia
Kremlin, yang mengklaim telah mencaplok sekitar seperenam dari Ukraina, mengatakan pihaknya memandang pembicaraan damai dengan Ukraina hanya mungkin jika Kiev menerima "realitas baru", merujuk pada klaim teritorialnya. Sedangkan Kiev mengatakan negosiasi dengan Rusia hanya mungkin dilakukan setelah Moskow menarik pasukannya.
"Pertemuan itu akan membawa pejabat senior dari 30 negara, termasuk Indonesia, Mesir, Meksiko, Cile, dan Zambia, ke Jeddah pada 5 dan 6 Agustus," kata laporan itu, mengutip para diplomat yang terlibat dalam diskusi itu seperti dilansir dari Al Arabiya, Minggu (30/7/2023).
Menurut WSJ, pejabat Ukraina dan Barat berharap bahwa pembicaraan, yang mengecualikan Rusia itu, dapat mengarah pada dukungan internasional untuk persyaratan perdamaian yang menguntungkan Ukraina.
Baca Juga: Vladimir Putin: Ukraina, AS, dan NATO Menolak Bicara dengan Rusia
Kremlin, yang mengklaim telah mencaplok sekitar seperenam dari Ukraina, mengatakan pihaknya memandang pembicaraan damai dengan Ukraina hanya mungkin jika Kiev menerima "realitas baru", merujuk pada klaim teritorialnya. Sedangkan Kiev mengatakan negosiasi dengan Rusia hanya mungkin dilakukan setelah Moskow menarik pasukannya.
Lihat Juga :