Hampir 20% Bantuan Militer NATO ke Ukraina Sudah Hancur

Jum'at, 28 Juli 2023 - 03:25 WIB
loading...
Hampir 20% Bantuan Militer...
Tank Ukraina yang merupakan bantuan Barat hancur diserang tentara Rusia. Foto/RIA Novosti
A A A
KYIV - Pejabat Ukraina dan Barat telah mengakui bahwa serangan balasan Kiev telah mengalami kemunduran awal yang parah. Itu diperparah dengan 20% peralatan tempur baik tank dan sistem misil sudah hancur karena taktik cerdas yang dimainkan Rusia.

Untuk itu, militer Ukraina mengubah taktiknya dalam upaya untuk menghindari korban yang signifikan. Apalagi, mereka juga mengakui serangan balasannya terhadap pasukan Rusia telah mengalami banyak kegagalan.

Financial Times melaporkan bahwa kerugian Ukraina telah "berat" pada minggu-minggu pertama operasinya yang sangat dinanti, dengan upaya untuk menembus garis pertahanan Rusia sejauh ini merugikan Kiev "hampir seperlima dari peralatan NATO" yang disediakan untuk upaya tersebut.

Baca Juga: 10 Cerita Horor Tentara Bayaran Wagner tentang Bakhmut dan Pemberontakan

Sebelumnya, New York Times awal bulan ini, yang mengklaim bahwa Ukraina telah kehilangan hampir 20% senjata yang dikirim ke medan perang hanya dalam dua minggu pertama serangan balasan. Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih Jake Sullivan juga telah mengkonfirmasi bahwa Ukraina telah kehilangan sejumlah besar pasukan, tetapi mengklaim masih memiliki cadangan yang besar.

Setelah gagal mencapai kemajuan yang signifikan dalam fase pertama operasi, komandan Ukraina kini mulai mengadopsi taktik baru. Pergeseran tersebut dilaporkan melibatkan fokus untuk membombardir posisi Rusia dengan tembakan artileri alih-alih mencoba menerobos ladang ranjau Rusia dengan kendaraan lapis baja NATO.

Baca Juga: 10 Perang yang Diramalkan Terjadi di Masa Depan, Salah Satunya dekat Indonesia

Tentara Ukraina mengatakan kepada Financial Times bahwa sementara perlawanan yang mereka hadapi dari pasukan Rusia lebih keras dari yang diperkirakan. Mereka mulai kehilangan lebih sedikit tank dan kendaraan tempur sejak mengadopsi strategi yang lebih aman.

Namun, pendekatan yang lebih berhati-hati datang dengan mengorbankan kecepatan, dengan Presiden Vladimir Zelensky mengakui bahwa serangan balasan berkembang "lebih lambat dari yang kita inginkan".

Pemimpin Ukraina menghubungkan hasil operasi yang kurang baik dengan dukungan militer yang tidak memadai dan pelatihan dari pendukung Barat. Selain itu, tentara Ukraina tidak memiliki cukup senjata untuk melakukan serangan balasan pada skala yang awalnya dimaksudkan.

Washington, bagaimanapun, bersikeras bahwa terlalu dini untuk menyebut serangan balasan sebagai "kegagalan", dengan pejabat tinggi Pentagon bersikeras bahwa mereka selalu mengharapkan operasi itu berdarah dan berlarut-larut.

Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan bahwa operasi Ukraina telah gagal setelah menderita kerugian “bencana” lebih dari 26.000 anggota aktif serta sejumlah besar pejuang asing.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
2 Pemain Sepak Bola...
2 Pemain Sepak Bola Brasil Masuk Daftar Pembunuhan oleh Situs Ukraina
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Meningkat, Perang Hadir di Depan Rumah Warga Rusia
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Kamuflase Kendaraan...
Kamuflase Kendaraan Perang Rusia Bisa Mengecoh Drone Berteknologi AI
Eks Presiden Korsel...
Eks Presiden Korsel Divonis 30 Tahun Penjara Terkait Operasi Drone ke Korut
Trump Ungkap Heli Tempur...
Trump Ungkap Heli Tempur Apache AS Ditembak Jatuh Iran Pakai Drone
Rekomendasi
Inovasi Petrokimia Gresik...
Inovasi Petrokimia Gresik Ciptakan Nilai Tambah Rp154 Miliar
Pianis Dunia Rueibin...
Pianis Dunia Rueibin Chen Akan Tampil di Jakarta, Bawakan Mahakarya Brahms
Kejagung Ungkap Siasat...
Kejagung Ungkap Siasat Curang Pengadaan Motor Listrik BGN
Berita Terkini
Trump Cari Jalan Keluar...
Trump Cari Jalan Keluar Secepatnya untuk Hindari Dampak Politik dan Ekonomi Perang Iran
2 Pemain Sepak Bola...
2 Pemain Sepak Bola Brasil Masuk Daftar Pembunuhan oleh Situs Ukraina
Presiden Asosiasi Sepak...
Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Kecam AS Tunda Visa untuk Acara Piala Dunia
Militer AS Bangun Pangkalan...
Militer AS Bangun Pangkalan Baru di Dekat Perbatasan Gaza untuk Dukung Rencana Pasca-Perang
Trump Puji Unggahan...
Trump Puji Unggahan Menlu Iran tentang Kemungkinan Kesepakatan AS-Iran Sangat Positif
Menlu Iran Ungkap MoU...
Menlu Iran Ungkap MoU dengan AS Mencakup Lebanon dan Blokade Paman Sam
Infografis
32 Negara yang Sudah...
32 Negara yang Sudah Lolos ke Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved