4 Negara Paling Munafik di Dunia, Banyak Standar Ganda dan Penyimpangan
Kamis, 27 Juli 2023 - 15:32 WIB
loading...
Para tentara Israel yang bersenjata lengkap memukuli seorang warga sipil Palestina. Foto/REUTERS
A
A
A
TEL AVIV - Terdapat sedikitnya empat negara paling munafik di dunia yang menarik diketahui. Sering menganggap dirinya paling benar, mereka sepertinya lupa dengan keberadaannya sendiri.
Menurut KBBI, kata ‘munafik’ bisa diartikan sebagai “suka (selalu) mengatakan sesuatu yang tidak sesuai dengan perbuatannya”. Selain itu, bisa juga dimaknai sebagai bermuka dua.
Demi mewujudkan keamanan dan kedamaian dunia, banyak negara yang mencoba untuk mengatur kebijakan atau program tertentu untuk bisa mendukung langkah tersebut.
Tujuannya memang bagus, sayang terkadang praktek yang dijalankan tidak sesuai dengan ucapannya dan justru membuatnya terlihat munafik. Berikut sejumlah negara paling munafik di dunia.
Negara Paling Munafik di Dunia
Amerika Serikat menjadi salah satu negara adidaya di dunia. Tak hanya memiliki pengaruh besar, terkadang mereka juga kerap melibatkan diri pada kepentingan-kepentingan yang seharusnya mungkin berada di luar urusannya.
Pada perkembangannya, tak jarang mereka kerap berselisih dan melontarkan kritik terhadap negara-negara lain, termasuk para rivalnya sendiri.
Sebagai contoh, bisa diambil momen ketika pemerintah AS menuduh pejabat dan pasukan keamanan negara seperti China, India, hingga Rusia melakukan pelanggaran HAM berdasarkan Laporan Negara 2021 tentang Hak Asasi Manusia Departemen Luar Negeri yang rilis 2022 lalu.
Mengutip laman The Asean Post, laporan itu salah satunya adalah menyebutkan dugaan China melakukan genosida terhadap Muslim Uighur dan anggota kelompok etnis minoritas lain di Xinjiang.
Kemudian, ada juga laporan peningkatan pelanggaran HAM di India yang dilakukan pejabat pemerintah, polisi, hingga petugas penjara.
Pada respon yang diberikan, negara seperti China telah membantah kebenaran laporan itu. Mereka juga meminta kepada AS untuk segera berhenti membuat pernyataan tak bertanggung jawab terkait pelanggaran HAM negara lain.
Lebih lanjut, muncul tanggapan juga bahwa AS terkesan memiliki standar ganda dan munafik. Khususnya, pada isu-isu seputar pelanggaran HAM negara-negara di dunia.
Seolah-olah memiliki keunggulan moral dan etika, AS seakan menjadi panutan HAM dunia. Padahal, mereka juga memiliki sederet kasus penyimpangan HAM yang sebelumnya telah diketahui publik.
AS sering tergesa-gesa untuk mengecam dan menegur pelanggaran hak asasi manusia di luar negaranya. Padahal, catatan HAM negerinya sendiri jauh dari ideal dalam banyak kasus.
Menurut KBBI, kata ‘munafik’ bisa diartikan sebagai “suka (selalu) mengatakan sesuatu yang tidak sesuai dengan perbuatannya”. Selain itu, bisa juga dimaknai sebagai bermuka dua.
Demi mewujudkan keamanan dan kedamaian dunia, banyak negara yang mencoba untuk mengatur kebijakan atau program tertentu untuk bisa mendukung langkah tersebut.
Tujuannya memang bagus, sayang terkadang praktek yang dijalankan tidak sesuai dengan ucapannya dan justru membuatnya terlihat munafik. Berikut sejumlah negara paling munafik di dunia.
Negara Paling Munafik di Dunia
1. Amerika Serikat
Amerika Serikat menjadi salah satu negara adidaya di dunia. Tak hanya memiliki pengaruh besar, terkadang mereka juga kerap melibatkan diri pada kepentingan-kepentingan yang seharusnya mungkin berada di luar urusannya.
Pada perkembangannya, tak jarang mereka kerap berselisih dan melontarkan kritik terhadap negara-negara lain, termasuk para rivalnya sendiri.
Sebagai contoh, bisa diambil momen ketika pemerintah AS menuduh pejabat dan pasukan keamanan negara seperti China, India, hingga Rusia melakukan pelanggaran HAM berdasarkan Laporan Negara 2021 tentang Hak Asasi Manusia Departemen Luar Negeri yang rilis 2022 lalu.
Mengutip laman The Asean Post, laporan itu salah satunya adalah menyebutkan dugaan China melakukan genosida terhadap Muslim Uighur dan anggota kelompok etnis minoritas lain di Xinjiang.
Kemudian, ada juga laporan peningkatan pelanggaran HAM di India yang dilakukan pejabat pemerintah, polisi, hingga petugas penjara.
Pada respon yang diberikan, negara seperti China telah membantah kebenaran laporan itu. Mereka juga meminta kepada AS untuk segera berhenti membuat pernyataan tak bertanggung jawab terkait pelanggaran HAM negara lain.
Lebih lanjut, muncul tanggapan juga bahwa AS terkesan memiliki standar ganda dan munafik. Khususnya, pada isu-isu seputar pelanggaran HAM negara-negara di dunia.
Seolah-olah memiliki keunggulan moral dan etika, AS seakan menjadi panutan HAM dunia. Padahal, mereka juga memiliki sederet kasus penyimpangan HAM yang sebelumnya telah diketahui publik.
AS sering tergesa-gesa untuk mengecam dan menegur pelanggaran hak asasi manusia di luar negaranya. Padahal, catatan HAM negerinya sendiri jauh dari ideal dalam banyak kasus.
Lihat Juga :