Curah Hujan Ekstrem Picu Banjir di Kanada, 4 Orang Hilang Termasuk Anak-anak
Minggu, 23 Juli 2023 - 10:14 WIB
loading...
A
A
A
"Orang tidak boleh berasumsi bahwa semuanya sudah berakhir. Ini adalah situasi yang sangat dinamis," kata Wali Kota Halifax Mike Savage dalam konferensi pers.
Dia menambahkan bahwa kota itu telah dilanda hujan dalam proporsi yang "alkitabiah".
Banjir adalah peristiwa cuaca ekstrem terbaru yang melanda Kanada timur laut - kebakaran hutan yang terjadi baru-baru ini telah menciptakan rekor untuk area yang terbakar, mengirimkan awan asap ke selatan ke AS.
Ada juga banjir ekstrem di AS bulan ini. Mayat seorang gadis berusia dua tahun yang ditemukan di sepanjang sungai di Pennsylvania diyakini sebagai salah satu dari dua anak hilang yang tersapu banjir bandang akhir pekan lalu. Adik laki-lakinya yang berusia sembilan bulan masih hilang.
Para ilmuwan tidak dapat mengatakan dengan pasti bahwa curah hujan yang ekstrim tersebut disebabkan oleh perubahan iklim, tetapi banjir tersebut konsisten dengan perubahan yang mereka perkirakan di dunia yang memanas. Ini karena bimu semakin hangat, semakin banyak uap air yang bisa ditahan oleh atmosfer. Ini menghasilkan lebih banyak tetesan dan curah hujan yang lebih deras, terkadang dalam waktu yang lebih singkat dan di area yang lebih kecil.
Baca Juga: KBRI Seoul: Tidak Ada WNI yang Jadi Korban dalam Bencana Banjir
Dia menambahkan bahwa kota itu telah dilanda hujan dalam proporsi yang "alkitabiah".
Banjir adalah peristiwa cuaca ekstrem terbaru yang melanda Kanada timur laut - kebakaran hutan yang terjadi baru-baru ini telah menciptakan rekor untuk area yang terbakar, mengirimkan awan asap ke selatan ke AS.
Ada juga banjir ekstrem di AS bulan ini. Mayat seorang gadis berusia dua tahun yang ditemukan di sepanjang sungai di Pennsylvania diyakini sebagai salah satu dari dua anak hilang yang tersapu banjir bandang akhir pekan lalu. Adik laki-lakinya yang berusia sembilan bulan masih hilang.
Para ilmuwan tidak dapat mengatakan dengan pasti bahwa curah hujan yang ekstrim tersebut disebabkan oleh perubahan iklim, tetapi banjir tersebut konsisten dengan perubahan yang mereka perkirakan di dunia yang memanas. Ini karena bimu semakin hangat, semakin banyak uap air yang bisa ditahan oleh atmosfer. Ini menghasilkan lebih banyak tetesan dan curah hujan yang lebih deras, terkadang dalam waktu yang lebih singkat dan di area yang lebih kecil.
Baca Juga: KBRI Seoul: Tidak Ada WNI yang Jadi Korban dalam Bencana Banjir
(ian)
Lihat Juga :