AS Dituduh Gila-gilaan Curi Minyak Suriah, Sebanyak 35 Tanker Dibawa Pergi

Senin, 17 Juli 2023 - 08:27 WIB
loading...
AS Dituduh Gila-gilaan...
Amerika Serikat dituduh gila-gilaan mencuri minyak Suriah. Foto/SANA
A A A
DAMASKUS - Pasukan Amerika Serikat (AS) di Suriah dituduh telah meningkatkan pencurian minyak, dengan 35 tanker sarat minyak dibawa pergi dari negara yang dipimpin Presiden Bashar al-Assad tersebut.

Tuduhan pencurian minyak secara gila-gilaan itu dilontarkan sumber-sumber lokal di al-Yarubiyah, provinsi Hasakah timur.

Menurut mereka sebanyak 35 kapal tanker sarat minyak Suriah dibawa pergi ke Irak utara melalui penyeberangan perbatasan al-Walid.

“Pasukan pendudukan AS membawa ke pangkalan mereka di Irak utara sebuah konvoi yang terdiri dari 120 kendaraan, termasuk 65 tanker, beberapa di antaranya membawa peralatan militer yang rusak, 20 truk berpendingin, dan 35 tank sarat dengan minyak curian Suriah,” kata salah seorang sumber tersebut, seperti dikutip media pemerintah Suriah, SANA, Senin (17/7/2023).

Baca Juga: Putin kepada AS: Berhenti Merampok Minyak Suriah!

Sumber itu menambahkan bahwa konvoi pasukan Amerika itu disertai oleh empat pikap milisi Pasukan Demokratik Suriah (SDF) untuk perlindungan.

Konvoi 35 tanker minyak itu terjadi Sabtu pekan lalu. Sepekan sebelumnya, konvoi 39 tanker yang memuat minyak mentah Suriah meninggalkan ladang minyak di Hasakah dan juga diselundupkan ke Irak, kali ini melalui pos pemeriksaan Mahmoudiya—penyeberangan perbatasan lain yang tidak dikendalikan oleh pemerintah Damaskus dan karenanya dianggap ilegal.

Sumber lokal mengatakan bahwa selain pengiriman minyak keluar, pasukan AS membawa sekitar 30 truk dan tanker berisi semen dan bahan logistik ke Suriah melalui penyeberangan al-Walid untuk menopang pangkalan mereka di negara tersebut.

Pada 1 Juni dan 3 Juni, media pemerintah Suriah melaporkan penyelundupan masing-masing 49 dan 45 tanker minyak Suriah melalui Mahmoudiya. Antara bulan April dan Mei, lebih dari 130 tanker yang memuat minyak mentah sampai penuh melewati al-Walid dan Mahmoudiya.

AS terus terlibat dalam kegiatan penyelundupan minyak bahkan di bulan Maret, hanya beberapa minggu setelah gempa dahsyat yang mengguncang Suriah utara dengan menewaskan ribuan orang.

Damaskus menghitung tahun lalu bahwa sektor energi negara telah menderita kerugian sekitar USD107 miliar antara tahun 2011 hingga 2022, dengan kerusakan yang dilakukan oleh pasukan pendudukan AS, pengeboman koalisi, eksploitasi dan pencurian yang tidak pantas serta penjarahan oleh pasukan teroris dan separatis.

AS mengoperasikan sekitar selusin pangkalan militer di Suriah, semuanya tanpa izin dari pemerintah Damaskus yang diakui secara internasional.

Diperkirakan 90 persen sumber minyak dan gas Suriah terkonsentrasi di sebelah timur Sungai Efrat di daerah yang dikuasai AS dan sekutu Kurdinya.

Sebelum "perang kotor" CIA melawan Suriah dimulai pada tahun 2011, negara tersebut bukanlah pengekspor energi utama, tetapi memiliki cukup minyak dan gas untuk menikmati swasembada dan bahkan mendapatkan pendapatan ekspor yang tidak seberapa.

Namun, pendudukan AS atas sepertiga negara itu, yang juga mencakup sebagian besar lahan pertaniannya yang paling subur, telah mengubah Suriah menjadi pengimpor bersih energi dan makanan, dengan bantuan Iran dan Rusia.

Pasukan AS mulai menggali sumber minyak di Suriah pada 2016-2017, di mana Donald Trump—saat berkuasa sebagai presiden—menyatakan berulang kali bahwa Amerika akan "menyimpan minyak" dan mempertahankan tentaranya di tanah di Suriah hanya untuk minyak.

Gedung Putih era Presiden Joe Biden mengklaim pasukan AS tetap berada di Suriah dengan klaim untuk mencegah kebangkitan ISIS. Pemerintah Biden belum berkomentar atas tuduhan pasukannya mencuri minyak Suriah secara besar-besaran.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Militer AS Waspada
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz karena Israel Serang Lebanon
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
Pesawat Air Force One...
Pesawat Air Force One Hadiah dari Qatar untuk Trump Diuji Terbang
Rekomendasi
119 Pekebun Morowali...
119 Pekebun Morowali Ikuti Pelatihan Sawit di Palu, Fokus ISPO hingga Pemetaan Kebun
Kelab Pantai Favorit...
Kelab Pantai Favorit di Bali, Klive Beach Club Menjadi Ikon Baru Uluwatu
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Harga Minyak Global Kembali Melonjak
Berita Terkini
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
Raja Charles Inggris...
Raja Charles Inggris Akan Ungkap Tagihan Pajak Pribadinya, Berapa Besar?
Pilot Australia Terbangkan...
Pilot Australia Terbangkan 2 Buronan Paling Dicari ke Indonesia via Penerbangan Gelap
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved