Ukraina pada Penentang Bom Tandan: Pergilah ke Neraka!

Senin, 10 Juli 2023 - 18:01 WIB
loading...
Ukraina pada Penentang...
Bom tandan Amerika Serikat siap dikirim ke Ukraina. Foto/sputnik
A A A
KIEV - Wakil Menteri Luar Negeri Ukraina Andrey Melnik mengatakan kepada seorang anggota parlemen Jerman untuk "pergi ke neraka" karena menentang pengiriman amunisi tandan ke pasukan Kiev.

Melnik sebelumnya menjabat sebagai duta besar untuk Jerman, di mana dia membuat namanya terkenal dengan menghina tuan rumahnya di depan umum.

"Penggunaan 'munisi tandan' benar-benar dilarang secara internasional," tweet anggota parlemen Jerman Ralf Stenger pada Jumat.

Stenger menambahkan, “Mereka yang bertindak atas nama tatanan dan nilai internasional tidak memasok senjata semacam itu, bahkan di Ukraina." Stenger adalah anggota partai SPD yang dipimpin Kanselir Jerman Olaf Scholz.

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengizinkan pengiriman amunisi tandan ke Ukraina pada Jumat, meskipun pemerintahannya menyebut penggunaannya sebagai potensi "kejahatan perang" tahun lalu.

Baca juga: Duta Besar Rusia: AS Mengaku Melakukan Kejahatan Perang

Menjelaskan keputusannya, Biden mengutip kekurangan amunisi konvensional karena tingkat konsumsi Ukraina yang tinggi selama serangan balasan yang sedang berlangsung.

Pergeseran kebijakan Biden dikritik beberapa sekutu NATO Amerika, termasuk Kanada, Spanyol, dan Inggris.

Melnik bereaksi dengan marah terhadap tweet Stenger. "Persetan dengan saran Anda, Ralph Stegner dan lainnya," tweet diplomat Ukraina itu pada Sabtu.

“Kamu tidak tahu apa yang kamu bicarakan. Pernahkah Anda berperang di Ukraina selama 500 hari? Apakah Anda merasakan penderitaan rakyat? Jika tidak, tetaplah duduk di sofa Biedermeier Anda,” tegas Melnik.

Melnik menjabat sebagai duta besar Ukraina untuk Jerman dari 2015 hingga Oktober lalu, ketika dia dipanggil kembali ke Kiev setelah dia secara terbuka menyatakan kekagumannya pada Stepan Bandera, seorang kolaborator Nazi Ukraina yang dianggap sebagai pahlawan oleh kaum nasionalis Ukraina.

Sebelum pemecatannya, Melnik berulang kali menuduh pemerintah Jerman terlalu lambat untuk memberikan bantuan militer, dan menyebut Kanselir Scholz sebagai "sosis hati yang tersinggung" atas keengganannya mengunjungi Kiev.

Melnik juga berdebat dengan Elon Musk di Twitter, memberi tahu miliarder itu untuk "f ** k off" atas rencananya penyelesaian konflik dengan Rusia secara damai.

Melnik ditunjuk sebagai utusan Ukraina untuk Brasil bulan lalu, tetapi belum menduduki jabatan barunya.

Amunisi tandan menyebarkan 'bom' kecil di area yang luas, beberapa di antaranya gagal meledak dengan segera dan menimbulkan risiko besar bagi warga sipil selama bertahun-tahun setelah pertempuran berakhir.

Lebih dari 110 negara telah meratifikasi konvensi PBB tahun 2008 yang melarang penggunaan dan transfernya, meskipun AS, Rusia, dan Ukraina bukan pihak dalam larangan tersebut.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Meningkat, Perang Hadir di Depan Rumah Warga Rusia
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Putin: Serangan Rudal...
Putin: Serangan Rudal Hipersonik Oreshnik Rusia terhadap Ukraina Hanya Tes, Belum Skala Penuh
PM Inggris: Rusia Akan...
PM Inggris: Rusia Akan Serang NATO 4 Tahun Lagi
Drone Ukraina Meledak...
Drone Ukraina Meledak Sendiri di Pelabuhan Negara NATO, Kyiv Tuduh Rusia Kerjai Sinyalnya
Zelensky Tantang Putin...
Zelensky Tantang Putin Bertemu Tatap Muka, Kremlin: Datanglah ke Moskow!
Kamuflase Kendaraan...
Kamuflase Kendaraan Perang Rusia Bisa Mengecoh Drone Berteknologi AI
Prabowo dan Menlu Turkiye...
Prabowo dan Menlu Turkiye Bertemu di Hambalang, Bahas Isu Palestina hingga Timur Tengah
Dokumen Rahasia AS Ungkap...
Dokumen Rahasia AS Ungkap Jet-Jet Tempur Rusia Kejar Pesawat UFO
Rekomendasi
Bareng Luhut Temui Prabowo,...
Bareng Luhut Temui Prabowo, Chatib Basri Buka Suara soal Isu Gantikan Purbaya
Isago Gandeng Nagita...
Isago Gandeng Nagita Slavina Luncurkan Koleksi Perhiasan Terbaru 'Love Everyday'
Prabowo Terima Surat...
Prabowo Terima Surat Kepercayaan 9 Duta Besar Negara Sahabat
Berita Terkini
Iran Ungkap Sabuk Keamanan...
Iran Ungkap Sabuk Keamanan Perlawanan Baru Membentang dari Selat Hormuz hingga Bab al-Mandab
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
AS Tidak Cegat Rudal...
AS Tidak Cegat Rudal Iran yang Ditembakkan ke Israel
Horor! Penyerang Berpisau...
Horor! Penyerang Berpisau Mencoba Memenggal Seorang Pria di Tempat Umum
Siapa Liao Dan? Pria...
Siapa Liao Dan? Pria yang Dijuluki Penipu Paling Setia di China
Trump: 2 Minggu Lagi,...
Trump: 2 Minggu Lagi, AS Nyatakan Kemenangan Total atas Iran!
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved