Duta Besar Rusia: AS Mengaku Melakukan Kejahatan Perang

Senin, 10 Juli 2023 - 15:47 WIB
loading...
Duta Besar Rusia: AS...
Duta Besar Rusia untuk Amerika Serikat Anatoly Antonov. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Duta Besar Rusia untuk Washington Anatoly Antonov memperingatkan Amerika Serikat (AS) tidak peduli tentang menyebabkan lebih banyak kematian dan kehancuran jauh dari perbatasannya.

Pernyataan Antonov muncul setelah juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS John Kirby mengakui beberapa warga sipil "kemungkinan akan terluka" oleh bom cluster yang dipasok AS.

“Kami telah mencatat pernyataan Direktur Komunikasi Strategis NSC John Kirby tentang penyediaan amunisi tandan ke Ukraina. Pejabat de facto mengakui Amerika Serikat melakukan kejahatan perang selama konflik Ukraina,” tegas Antonov pada Minggu (9/7/2023), dilansir RT.

Sebelumnya pada Minggu, Kirby menyatakan dalam wawancara dengan ABC bahwa dia yakin, “Kita semua setuju lebih banyak warga sipil yang telah dan akan terus dibunuh oleh pasukan Rusia… daripada kemungkinan akan terluka oleh penggunaan amunisi tandan ini.”

Menurut Antonov, “Logika bengkok ini bermuara pada, itu tidak akan menjadi lebih buruk."

“Dia secara terang-terangan menyatakan warga sipil akan menjadi korban senjata tipe cluster AS. Menurut pandangan sesat dari perwakilan Gedung Putih, ini tidak lebih berbahaya daripada tindakan Rusia,” tegas Duta Besar Rusia itu.

Baca juga: 5 Fakta Bubarnya Pemerintahan Belanda yang Mengejutkan

Keputusan memasok Ukraina dengan amunisi tandan terlarang diumumkan AS pekan lalu dan telah memicu kekhawatiran bahkan di antara sekutu Amerika, apalagi kelompok dan organisasi hak asasi manusia internasional.

Kanada, Inggris, Austria, dan Spanyol semuanya telah menyatakan keberatan mereka terhadap AS yang mengirim senjata terlarang itu ke Ukraina.

Mereka beralasan, rekam jejak senjata itu diketahui merugikan orang yang tidak bersalah bahkan setelah perang usai.

Para pejabat di Washington mencoba mempertahankan pasokan bom mematikan sebagai tindakan sementara yang diperlukan karena militer Ukraina dengan cepat kehabisan peluru artileri konvensional, dan Pentagon tidak dapat memasok lebih banyak saat ini.

Gedung Putih dan Pentagon sama-sama bersikeras Kiev telah berjanji meminimalkan risiko bagi warga sipil, sementara militer AS berjanji memilih amunisi dengan hati-hati dengan tingkat 'tak berguna' terendah.

Namun, Wakil Menteri Pertahanan untuk Kebijakan AS Colin Kahl mengatakan bagian yang tenang dengan lantang, bersikeras dia “sama prihatinnya dengan keadaan kemanusiaan seperti siapa pun, tetapi hal terburuk bagi warga sipil di Ukraina adalah Rusia memenangkan perang. Jadi, penting agar mereka tidak melakukannya.”
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
Bagaimana Perdamaian...
Bagaimana Perdamaian Iran dan AS Membentuk Arsitektur Timur Tengah yang Baru?
Analis Israel: Kesepakatan...
Analis Israel: Kesepakatan AS-Iran Adalah Kemenangan Besar bagi Teheran
14 Poin Perdamaian Iran...
14 Poin Perdamaian Iran dan AS, Ada Dana Rekonstruksi Senilai Rp5.316 Triliun yang Dibayar Negara-negara Arab
Trump Marahi Netanyahu:...
Trump Marahi Netanyahu: 'Mengapa Harus Lakukan Serangan Sialan Itu?'
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Kapten Iran: Perang...
Kapten Iran: Perang Merampas Euforia Piala Dunia 2026
Serangan Rusia Tewaskan...
Serangan Rusia Tewaskan 9 Orang di Ukraina, Katedral Bersejarah Kyiv Terbakar
Dahsyatnya Gempa M7,8...
Dahsyatnya Gempa M7,8 di Filipina, Dasar Laut Terangkat 2 Meter Terumbu Karang Menyembul
Rekomendasi
Spanyol vs Cape Verde:...
Spanyol vs Cape Verde: La Roja di Ambang Pesta Gol
Istana Wapres Sebut...
Istana Wapres Sebut Tidak Ada Kesepakatan soal Tenggat Waktu Realisasikan Tuntutan Mahasiswa
Piala Dunia 2026, Spanyol...
Piala Dunia 2026, Spanyol Ditahan Imbang Tim Gurem Cape Verde di Babak Pertama
Berita Terkini
Presiden Iran Klaim...
Presiden Iran Klaim Teheran Keluar sebagai Pemenang, Ini Alasan Utamanya
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
Bagaimana Perdamaian...
Bagaimana Perdamaian Iran dan AS Membentuk Arsitektur Timur Tengah yang Baru?
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
Dunia Sambut Positif...
Dunia Sambut Positif Perdamaian AS dan Iran, Hanya Israel yang Marah
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved