Belajar dari Perang Vietnam, PM Kamboja Minta Ukraina untuk Tidak Menggunakan Bom Cluster
Minggu, 09 Juli 2023 - 23:00 WIB
loading...
A
A
A
"Sudah lebih dari setengah abad. Belum ada cara untuk menghancurkan mereka semua," tambah Hun Sen.
"Sebagai rasa kasihan saya kepada rakyat Ukraina, saya memohon kepada presiden AS sebagai pemasok dan presiden Ukraina sebagai penerima untuk tidak menggunakan bom curah dalam perang karena korban sebenarnya adalah warga Ukraina," katanya.
Washington mengatakan telah menerima jaminan dari Kyiv bahwa mereka akan berusaha meminimalkan risiko bagi warga sipil, dengan Presiden AS Joe Biden mengakui bahwa memasok senjata ke Ukraina adalah "keputusan yang sulit".
Baca Juga: Ukraina Ngemis ke AS Minta Bom Cluster, NATO Beberkan Efek Mematikannya
Amerika Serikat menjatuhkan jutaan bom di Kamboja dan Laos selama Perang Vietnam pada 1960-an dan 1970-an dalam upaya untuk menyerang basis komunis. Dan setelah 30 tahun perang saudara yang berakhir pada tahun 1998, Kamboja adalah salah satu negara dengan ranjau paling banyak di dunia.
"Sebagai rasa kasihan saya kepada rakyat Ukraina, saya memohon kepada presiden AS sebagai pemasok dan presiden Ukraina sebagai penerima untuk tidak menggunakan bom curah dalam perang karena korban sebenarnya adalah warga Ukraina," katanya.
Washington mengatakan telah menerima jaminan dari Kyiv bahwa mereka akan berusaha meminimalkan risiko bagi warga sipil, dengan Presiden AS Joe Biden mengakui bahwa memasok senjata ke Ukraina adalah "keputusan yang sulit".
Baca Juga: Ukraina Ngemis ke AS Minta Bom Cluster, NATO Beberkan Efek Mematikannya
Amerika Serikat menjatuhkan jutaan bom di Kamboja dan Laos selama Perang Vietnam pada 1960-an dan 1970-an dalam upaya untuk menyerang basis komunis. Dan setelah 30 tahun perang saudara yang berakhir pada tahun 1998, Kamboja adalah salah satu negara dengan ranjau paling banyak di dunia.
Lihat Juga :