Hizbullah: Meski Ada Peningkatan Ketegangan, Perang dengan Israel Kecil Terjadi
Senin, 27 Juli 2020 - 17:11 WIB
loading...
Seorang pejabat Hizbullah mengatakan bahwa Perang Lebanon-Israel tidak mungkin terjadi dalam beberapa bulan mendatang, meskipun ada peningkatan ketegangan. Foto/Ist
A
A
A
BEIRUT - Perang Lebanon- Israel tidak mungkin terjadi dalam beberapa bulan mendatang, meskipun ada peningkatan ketegangan. Hal itu disampaikan Wakil Sekretaris Jenderal Hizbullah , Naim Qassem.
Qassem mengatakan, ketegangan antara Israel dan Lebanon , khususnya Hizbullah meningkat tajam dalam beberapa hari terakhir, setelah serangan udara Tel Aviv di Suriah menewaskan seorang anggota Hizbullah. Meski demikian, dia tidak melihat akan ada perang langsung dengan Israel dalam waktu dekat.
( Baca juga: Drone Israel Jatuh di Lebanon, Zionis Klaim Informasi Tak Akan Bocor )
"Suasana saat ini tidak menunjukan adanya perang dengan Israel. Hizbullah dan poros perlawanan secara keseluruhan saat ini berada dalam posisi pertahanan. Jadi, saya meragukan kemungkinan perang dalam beberapa bulan mendatang," ucap Qassem.
Ketika ditanya tentang kemungkinan pembalasan terhadap kematian anggotanya, Qassem, seperti dilansir Sputnik pada Senin (27/7/2020), mengatakan bahwa Hizbullah belum memutuskan hal itu.
Qassem mengatakan, ketegangan antara Israel dan Lebanon , khususnya Hizbullah meningkat tajam dalam beberapa hari terakhir, setelah serangan udara Tel Aviv di Suriah menewaskan seorang anggota Hizbullah. Meski demikian, dia tidak melihat akan ada perang langsung dengan Israel dalam waktu dekat.
( Baca juga: Drone Israel Jatuh di Lebanon, Zionis Klaim Informasi Tak Akan Bocor )
"Suasana saat ini tidak menunjukan adanya perang dengan Israel. Hizbullah dan poros perlawanan secara keseluruhan saat ini berada dalam posisi pertahanan. Jadi, saya meragukan kemungkinan perang dalam beberapa bulan mendatang," ucap Qassem.
Ketika ditanya tentang kemungkinan pembalasan terhadap kematian anggotanya, Qassem, seperti dilansir Sputnik pada Senin (27/7/2020), mengatakan bahwa Hizbullah belum memutuskan hal itu.
Lihat Juga :