AS: Berakhirnya Embargo Senjata Iran Berbahaya untuk Stabilitas Timur Tengah

Senin, 27 Juli 2020 - 14:14 WIB
loading...
AS: Berakhirnya Embargo...
Utusan khusus AS untuk Iran, Brian Hook mengatakan bahwa Washington akan terus berusaha untuk bisa memperpanjang embargo senjata itu dan kegagalan untuk melakukannya akan membuat konflik regional menjadi lebih buruk. Foto/REUTERS
A A A
JEDDAH - Amerika Serikat (AS) terus meningkatkan upaya mereka untuk memaksakan perpanjangan embargo senjata terhadap Iran . Embargo senjata itu akan berakhir pada Oktober mendatang, sesuai dengan isi dari kesepakatan nuklir 2015.

Utusan khusus AS untuk Iran, Brian Hook mengatakan bahwa Washington akan terus berusaha untuk bisa memperpanjang embargo senjata itu dan kegagalan untuk melakukannya akan membuat konflik regional menjadi lebih buruk.

( Baca juga: Penyerapan Anggaran COVID-19 Belum Juga Optimal, Jokowi: Kesehatan Baru Terealisasi 7% )

"Saya sudah berbicara dengan para pemimpin di sini, di kawasan Teluk dan di seluruh dunia dan tidak ada yang percaya bahwa Iran harus dapat secara bebas membeli dan menjual senjata konvensional seperti jet tempur dan berbagai jenis rudal," katanya, seperti dilansir Arab News pada Senin (27/7/2020).

"Jika Dewan Keamanan (DK) gagal memperpanjang embargo senjata pada 18 Oktober, Iran akan dapat dengan bebas membeli dan menjual senjata-senjata ini Bayangkan seperti apa wilayah ini jika ini terjadi, konflik di tempat-tempat seperti Suriah dan Yaman pasti akan meningkat," sambungnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Belajar dari Iran: Tiga...
Belajar dari Iran: Tiga Pelajaran Strategis bagi Indonesia
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
Wapres AS JD Vance:...
Wapres AS JD Vance: Mengkritik Israel Bukan Berarti Anti-Semit
Rekomendasi
Hadiri Musprov POBSI...
Hadiri Musprov POBSI Sumut, Ketua Harian: Membangun Biliar Lebih Besar demi Hasilkan Atlet Terbaik 
PWN 2026 Resmi Digelar...
PWN 2026 Resmi Digelar di JICC, Diikuti 15 Ribu Peserta dari Seluruh Indonesia
Refly Harun Ungkap Kondisi...
Refly Harun Ungkap Kondisi Terkini Roy Suryo dan Dokter Tifa
Berita Terkini
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved