Dianggap Membiarkan Al-Qur'an Diinjak-injak dan Dibakar, Ini Respons Swedia
Senin, 03 Juli 2023 - 09:19 WIB
loading...
A
A
A
"Kami mengutuk keras tindakan ini, yang sama sekali tidak mencerminkan pandangan pemerintah Swedia," lanjut kementerian tersebut.
Kecaman itu muncul sebagai tanggapan atas seruan OKI untuk tindakan kolektif guna menghindari pembakaran Al-Qur'an di masa depan.
OKI, yang bermarkas di Jeddah, telah menggelar pertemuan untuk menanggapi insiden pada hari Rabu pekan lalu di mana Salwan Momika (37)—warga negara Swedia asal Irak—menginjak-injak kitab suci Islam dan membakar beberapa halamannya di depan masjid saat demo.
OKI mendesak negara-negara anggota untuk mengambil langkah-langkah terpadu dan kolektif untuk mencegah terulangnya insiden penodaan Al-Qur'an.
“Pembakaran Al-Qur'an, atau teks suci lainnya, adalah tindakan ofensif dan tidak sopan serta provokasi yang terang-terangan. Ungkapan rasisme, xenofobia, dan intoleransi terkait tidak memiliki tempat di Swedia atau di Eropa,” imbuh Kementerian Luar Negeri Swedia.
Kecaman itu muncul sebagai tanggapan atas seruan OKI untuk tindakan kolektif guna menghindari pembakaran Al-Qur'an di masa depan.
OKI, yang bermarkas di Jeddah, telah menggelar pertemuan untuk menanggapi insiden pada hari Rabu pekan lalu di mana Salwan Momika (37)—warga negara Swedia asal Irak—menginjak-injak kitab suci Islam dan membakar beberapa halamannya di depan masjid saat demo.
OKI mendesak negara-negara anggota untuk mengambil langkah-langkah terpadu dan kolektif untuk mencegah terulangnya insiden penodaan Al-Qur'an.
“Pembakaran Al-Qur'an, atau teks suci lainnya, adalah tindakan ofensif dan tidak sopan serta provokasi yang terang-terangan. Ungkapan rasisme, xenofobia, dan intoleransi terkait tidak memiliki tempat di Swedia atau di Eropa,” imbuh Kementerian Luar Negeri Swedia.
Lihat Juga :