1.000 Perusuh Ditangkap di Prancis, 45.000 Polisi Diterjunkan
Sabtu, 01 Juli 2023 - 14:22 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: 3 Pemicu Kerusuhan di Prancis, Nomor 3 Ketimpangan Ekonomi dan Sosial yang Lebar
Sementara situasi tampak lebih tenang di Paris. Namun, pihak berwenang di kota Lyon melaporkan para perusuh kembali membakar dan melempari polisi di pinggiran kota.
Kekerasan juga beberapa wilayah luar negeri Prancis, di mana seorang berusia 54 tahun meninggal setelah terkena peluru nyasar di Guyana Prancis. Di pulau kecil Reunion di Samudra Hindia, pengunjuk rasa membakar tempat sampah, melemparkan botol ke arah polisi, dan merusak mobil serta bangunan.
Insiden kerusuhan itu tidak lepas karena dipicu penembakan fatal Nahel M yang berusia 17 tahun. Aksi itu terekam dalam video, mengejutkan Prancis dan memicu ketegangan yang berkepanjangan antara polisi, kaum muda di proyek perumahan negara dan lingkungan yang kurang beruntung, dan rasisme dalam masyarakat Prancis.
Presiden Prancis Emmanuel Macron, bergegas kembali dari pertemuan puncak Uni Eropa untuk memimpin pertemuan krisis pada Jumat lalu, mengecam "eksploitasi yang tidak dapat diterima atas kematian seorang remaja" di beberapa tempat, tetapi dia tidak menyatakan keadaan darurat." Macron mendesak orang tua untuk bertanggung jawab atas perusuh di bawah umur, sepertiga di antaranya adalah “muda atau sangat muda”.
Sementara situasi tampak lebih tenang di Paris. Namun, pihak berwenang di kota Lyon melaporkan para perusuh kembali membakar dan melempari polisi di pinggiran kota.
Kekerasan juga beberapa wilayah luar negeri Prancis, di mana seorang berusia 54 tahun meninggal setelah terkena peluru nyasar di Guyana Prancis. Di pulau kecil Reunion di Samudra Hindia, pengunjuk rasa membakar tempat sampah, melemparkan botol ke arah polisi, dan merusak mobil serta bangunan.
Insiden kerusuhan itu tidak lepas karena dipicu penembakan fatal Nahel M yang berusia 17 tahun. Aksi itu terekam dalam video, mengejutkan Prancis dan memicu ketegangan yang berkepanjangan antara polisi, kaum muda di proyek perumahan negara dan lingkungan yang kurang beruntung, dan rasisme dalam masyarakat Prancis.
Presiden Prancis Emmanuel Macron, bergegas kembali dari pertemuan puncak Uni Eropa untuk memimpin pertemuan krisis pada Jumat lalu, mengecam "eksploitasi yang tidak dapat diterima atas kematian seorang remaja" di beberapa tempat, tetapi dia tidak menyatakan keadaan darurat." Macron mendesak orang tua untuk bertanggung jawab atas perusuh di bawah umur, sepertiga di antaranya adalah “muda atau sangat muda”.
Lihat Juga :