Terekam CCTV, Mahasiswa India di Inggris Gendong Wanita Mabuk lalu Memerkosanya
Senin, 19 Juni 2023 - 13:48 WIB
loading...
Preet Vikal, mahasiswa India di Inggris terekam CCTV menggendong wanita yang mabuk berat ke flatnya dan kemudian memerkosanya. Foto/Screengrab/South Wales Police
A
A
A
CARDIFF - Seorang mahasiswa India telah ditangkap polisi di Inggris atas tuduhan memerkosa wanita mabuk. Tersangka terekam CCTV saat menggondong korban ke sebuah flat tempat kejahatan berlangsung.
Kejadian itu berlangsung Juni tahun lalu, namun tersangka yang bernama Preet Vikal (20) baru ditangkap baru-baru ini.
Vikal telah dijatuhi hukuman 6 tahun lebih 9 bulan penjara.
Menurut polisi, Vikal menemui korban dalam kondisi mabuk dan setengah sadar di sebuah kelab. Vikal lantas menggondong korban ke flatnya di Cardiff dan memerkosanya.
Baca Juga: Perkosa dan Bunuh 2 Wanita, Duane Owen Disuntik Mati
Vikal dan korban pergi keluar malam di Cardiff dengan kelompok teman yang terpisah, di mana mereka bertemu satu sama lain.
"Korban mabuk berlebihan dan di penghujung malam, jelas-jelas mabuk berat. Dia melangkah keluar kelab dan bertemu dengan Preet Vikal. Keduanya terlibat percakapan dan menjauh dari kelompok mereka," kata seorang pejabat berwenang Inggris, seperti dikutip NDTV, Senin (19/6/2023).
Kejadian itu berlangsung Juni tahun lalu, namun tersangka yang bernama Preet Vikal (20) baru ditangkap baru-baru ini.
Vikal telah dijatuhi hukuman 6 tahun lebih 9 bulan penjara.
Menurut polisi, Vikal menemui korban dalam kondisi mabuk dan setengah sadar di sebuah kelab. Vikal lantas menggondong korban ke flatnya di Cardiff dan memerkosanya.
Baca Juga: Perkosa dan Bunuh 2 Wanita, Duane Owen Disuntik Mati
Vikal dan korban pergi keluar malam di Cardiff dengan kelompok teman yang terpisah, di mana mereka bertemu satu sama lain.
"Korban mabuk berlebihan dan di penghujung malam, jelas-jelas mabuk berat. Dia melangkah keluar kelab dan bertemu dengan Preet Vikal. Keduanya terlibat percakapan dan menjauh dari kelompok mereka," kata seorang pejabat berwenang Inggris, seperti dikutip NDTV, Senin (19/6/2023).
Lihat Juga :