Ditutup Paksa, Warga China Serbu Konsulat AS di Chengdu

Sabtu, 25 Juli 2020 - 00:47 WIB
loading...
A A A
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Wang Wenbin, mengatakan dalam jumpa pers reguler hari Jumat di Beijing bahwa beberapa staf konsulat telah terlibat dalam kegiatan yang tidak sesuai dengan kapasitas mereka, mencampuri urusan dalam negeri China dan merusak kepentingan keamanan nasional China. (Baca: China Balas Dendam, Tutup Paksa Konsulat AS di Chengdu )

Departemen Luar Negeri AS juga menuduh China menggunakan konsulat Houston sebagai pusat untuk memata-matai dan mempengaruhi operasi sebelum mengambil langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk menutupnya. (Baca: Washington Perintahkan Konsulat China di Houston Ditutup )

"Itu adalah reaksi yang masuk akal," kata seorang warga Chengdu yang tinggal di dekat konsulat dan meminta untuk tidak disebutkan namanya.

"Adalah AS yang pertama kali memutuskan hubungan damai," imbuhnya.

Pada 2012, mantan kepala polisi Chongqing Wang Lijun mencari perlindungan di konsulat Chengdu dengan bukti yang menghubungkan keluarga bosnya saat itu, mantan sekretaris partai Chongqing Bo Xilai, dengan kematian seorang pengusaha Inggris. Episode itu mengungkap skandal yang akan membuat Bo digulingkan dan istrinya dihukum karena pembunuhan, membuat Xi Jinping meluncurkan kampanye anti-korupsi nasional.

Penduduk setempat mengatakan bahwa kehadiran polisi meningkat tajam dalam semalam. Cao Yu, yang bekerja di sebuah restoran Jepang di dekat konsulat, mengatakan dia merasa takut ketika dia mengendarai sepedanya untuk bekerja di pagi hari.

"Hubungan antara AS dan China semakin aneh di tingkat nasional," katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kapal Induk Nuklir George...
Kapal Induk Nuklir George Washington AS Unjuk Kekuatan di Laut China Selatan
Iran Klaim Tewaskan...
Iran Klaim Tewaskan 200 Tentara AS, Pentagon Sebut Hanya 14, Siapa yang Bohong?
Wanita Keturunan China...
Wanita Keturunan China yang Magang di Markas Militer NATO Ditangkap atas Tuduhan Mata-mata
Intelijen AS: Mojtaba...
Intelijen AS: Mojtaba Khamenei Lebih Tertarik Kembangkan Senjata Nuklir daripada Ayahnya
Trump Batal Serang Iran...
Trump Batal Serang Iran Besar-besaran usai Jenderal AS Peringatkan Krisis Rudal Patriot
AS: Turki Belum Memenuhi...
AS: Turki Belum Memenuhi Syarat untuk Memiliki Jet Tempur Siluman F-35
Ini Daftar Lengkap 60...
Ini Daftar Lengkap 60 Negara Terdampak Tarif Baru AS: Indonesia Kena 10%, Siapa Digetok 12,5%?
AS Resmi Jalin Kerja...
AS Resmi Jalin Kerja Sama Nuklir dengan Arab Saudi di Tengah Konflik Iran
Perang Makin Sengit!...
Perang Makin Sengit! Iran Tak Segan-Segan Ledakkan Wilayahnya, Tak Rela Dikuasai AS
Rekomendasi
Jaksa Agung Minta Maaf...
Jaksa Agung Minta Maaf ke Publik, Sebut Kasus Eks Jampidus Jadi Momentum Berbenah
72,8% Wilayah Indonesia...
72,8% Wilayah Indonesia Kemarau, BMKG: Jateng Terkering, 80 Hari Tak Diguyur Hujan
Mensos Gus Ipul Gandeng...
Mensos Gus Ipul Gandeng ICW Cegah Korupsi Program Sekolah Rakyat
Berita Terkini
70% Warga Negara di...
70% Warga Negara di Eropa Ini Tidak Percaya Militernya Mampu Melindungi Wilayahnya
Pemukim Israel Bakar...
Pemukim Israel Bakar 2 Masjid Bersejarah di Tepi Barat, Hamas: Lanjutkan Jalan Perlawanan
Setelah 13 Hari Menyerang...
Setelah 13 Hari Menyerang Iran, Trump Tunda Invasi Udara, Ini 5 Pertimbangannya
30.000 Tentara Korea...
30.000 Tentara Korea Utara Akan Dikirim ke Perang Ukraina
Kapal Induk Nuklir George...
Kapal Induk Nuklir George Washington AS Unjuk Kekuatan di Laut China Selatan
Iran Klaim Tewaskan...
Iran Klaim Tewaskan 200 Tentara AS, Pentagon Sebut Hanya 14, Siapa yang Bohong?
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved