Rusia: Barat Coba Bingungkan Dunia Soal Penyebab Ledakan Pipa Nord Stream
Rabu, 07 Juni 2023 - 19:00 WIB
loading...
Rusia: Barat Coba Bingungkan Dunia Soal Penyebab Ledakan Pipa Nord Stream. FOTO/Reuters
A
A
A
MOSKOW - Kedutaan Besar Rusia di Amerika Serikat (AS) mengatakan pada Rabu (7/6/2023), bahwa sebuah laporan yang diketahui AS tentang rencana Ukraina untuk menyerang pipa gas alam Nord Stream adalah bagian dari upaya terkoordinasi Barat untuk membingungkan dunia atas kebenaran.
The Washington Post melaporkan pada Selasa (6/6/2023), mengutip informasi bocor yang diposting online, bahwa CIA mengetahui pada Juni lalu, melalui agen mata-mata Eropa, bahwa tim enam orang pasukan operasi khusus Ukraina bermaksud untuk meledakkan proyek Rusia-ke-Jerman.
Baca juga: Trump Yakin Rusia Tidak Meledakkan Pipa Nord Stream
"Kampanye terkoordinasi dari Barat, yang dipimpin oleh Amerika Serikat, untuk membingungkan masyarakat internasional dijahit dengan benang putih," kata diplomat Rusia Andrey Ledenev seperti dikutip dalam sebuah posting di saluran pesan Telegram kedutaan.
"Alasan teori dan versi yang berkembang biak, didukung oleh data 'rahasia' terkenal dari komunitas intelijen lokal, sederhana sampai ke titik banalitas," lanjutnya, seperti dikutip dari Reuters.
The Washington Post melaporkan pada Selasa (6/6/2023), mengutip informasi bocor yang diposting online, bahwa CIA mengetahui pada Juni lalu, melalui agen mata-mata Eropa, bahwa tim enam orang pasukan operasi khusus Ukraina bermaksud untuk meledakkan proyek Rusia-ke-Jerman.
Baca juga: Trump Yakin Rusia Tidak Meledakkan Pipa Nord Stream
"Kampanye terkoordinasi dari Barat, yang dipimpin oleh Amerika Serikat, untuk membingungkan masyarakat internasional dijahit dengan benang putih," kata diplomat Rusia Andrey Ledenev seperti dikutip dalam sebuah posting di saluran pesan Telegram kedutaan.
"Alasan teori dan versi yang berkembang biak, didukung oleh data 'rahasia' terkenal dari komunitas intelijen lokal, sederhana sampai ke titik banalitas," lanjutnya, seperti dikutip dari Reuters.
Lihat Juga :