Mantan Agen FBI yang Jadi Mata-mata Rusia Tewas dalam Penjara

Selasa, 06 Juni 2023 - 06:16 WIB
loading...
Mantan Agen FBI yang...
Mantan Agen FBI yang Jadi Mata-mata Rusia Tewas dalam Penjara. FOTO/FBI
A A A
WASHINGTON - Robert Hanssen (79), mantan agen FBI yang menjadi mata-mata Rusia , ditemukan tewas di sel penjaranya, Senin (5/6/2023). Pengkhianatan Hanssen adalah yang paling merusak dalam sejarah FBI.

Seperti dilaporkan Reuters, Hanssen dijatuhi hukuman penjara seumur hidup pada tahun 2002 setelah mengaku bersalah menjadi mata-mata untuk Uni Soviet dan kemudian Rusia selama lebih dari 20 tahun.

Baca juga: FBI Tangkap Tersangka Pembocor Dokumen Pentagon

“Staf penjara memulai langkah-langkah penyelamatan, setelah menemukan Hanssen tidak responsif pada Senin pagi, tetapi tidak berhasil,” kata Biro Penjara dalam sebuah pernyataan. Biro tidak memberikan penyebab kematian.

Hanssen bergabung dengan FBI pada tahun 1976 dan mulai menjual informasi rahasia ke Uni Soviet pada tahun 1985, menurut situs web FBI.

Pada saat penangkapannya pada tahun 2001, dia telah diberi kompensasi lebih dari USD1,4 juta dalam bentuk tunai, dana bank, dan berlian, sebagai imbalan atas mengorbankan banyak sumber daya manusia, teknik intelijen, dan dokumen rahasia AS, kata situs web FBI.

Baca juga: Profil Jack Teixeira, Sosok di Balik Terbongkarnya Dokumen Pentagon

Penyelidik FBI bekerja selama bertahun-tahun untuk mencoba mengidentifikasi mata-mata di barisan mereka. Dalam minggu-minggu menjelang penangkapannya pada Februari 2001, sekitar 300 personel sedang mengerjakan penyelidikan dan pemantauan Hanssen, menurut FBI.

Sebuah tim penangkapan menahan Hanssen setelah menangkapnya membuat "tetesan mati" dari materi rahasia di sebuah taman di pinggiran kota Virginia, kata FBI. Dia telah menjalani hukuman seumur hidup di fasilitas keamanan maksimum di Colorado.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
AS Serang Iran 2 Hari...
AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Timnas Iran Pulang Tanpa...
Timnas Iran Pulang Tanpa Kekalahan
Update Korban Gempa...
Update Korban Gempa Venezuela: 235 Orang Tewas dan 70.000 Keluarga Terdampak
Didemo atas Tuduhan...
Didemo atas Tuduhan Korupsi, Presiden Serbia Vucic Umumkan Akan Mundur
Rekomendasi
Denny Sumargo Klarifikasi...
Denny Sumargo Klarifikasi Rumor Selingkuh, Tegaskan Momen di CCTV Hanya Syuting
Prabowo Targetkan Pangkas...
Prabowo Targetkan Pangkas 1.000 BUMN Jadi Tinggal Tersisa 250
Daftar Lengkap 32 Tim...
Daftar Lengkap 32 Tim Lolos ke Fase Gugur Piala Dunia 2026
Berita Terkini
AS dan Iran Saling Serang...
AS dan Iran Saling Serang Lagi, Apakah Masih Ada Harapan Perdamaian di Timur Tengah?
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
6 Teroris Ditembak Mati...
6 Teroris Ditembak Mati usai Serang Markas Rangers Pakistan, 4 Tentara Juga Tewas
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Infografis
Penerima Bansos 2026...
Penerima Bansos 2026 Wajib Tahu! Ini Penjelasan Desil yang Jadi Penentu Kelayakan Bantuan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved