Eks Jenderal AS: NATO Belum Siap untuk Kalahkan Rusia
Sabtu, 03 Juni 2023 - 00:31 WIB
loading...
A
A
A
Menurutnya, sejak invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina pada Februari 2022, NATO lambat belajar dari perang itu, sebagian karena hambatan birokrasi yang terus-menerus.
"Kami masih tidak bisa bergerak di mana kami harus bergerak cukup cepat untuk menyampaikan kepada Rusia bahwa kami bisa bergerak secepat atau lebih cepat dari mereka," katanya.
Hodges memperkirakan bahwa gerbong kereta Jerman hanya dapat memindahkan satu setengah brigade dan peralatan melalui Eropa pada satu waktu, jauh dari 10 atau 12 brigade yang menurutnya perlu dipindahkan "secara bersamaan".
Dia melanjutkan, negara-negara pemasok senjata ke Ukraina mengeluh tentang kekurangan amunisi yang terus-menerus selama lebih dari satu tahun, tetapi tidak banyak yang berubah sejauh investasi pemerintah.
“Banyak yang khawatir tentang kami membutuhkan lebih banyak amunisi, tetapi saya tidak melihat tumpukan uang yang sangat besar untuk produksi amunisi yang sebenarnya,” kata Hodges.
Selain itu, kata dia, kelompok pertempuran NATO tidak memiliki saluran komunikasi yang cukup aman di antara militer sekutu. Sebaliknya, pasukan Rusia telah menunjukkan kemampuan melacak sinyal yang dikirim oleh pasukan lawan di medan perang.
"Kami masih tidak bisa bergerak di mana kami harus bergerak cukup cepat untuk menyampaikan kepada Rusia bahwa kami bisa bergerak secepat atau lebih cepat dari mereka," katanya.
Hodges memperkirakan bahwa gerbong kereta Jerman hanya dapat memindahkan satu setengah brigade dan peralatan melalui Eropa pada satu waktu, jauh dari 10 atau 12 brigade yang menurutnya perlu dipindahkan "secara bersamaan".
Dia melanjutkan, negara-negara pemasok senjata ke Ukraina mengeluh tentang kekurangan amunisi yang terus-menerus selama lebih dari satu tahun, tetapi tidak banyak yang berubah sejauh investasi pemerintah.
“Banyak yang khawatir tentang kami membutuhkan lebih banyak amunisi, tetapi saya tidak melihat tumpukan uang yang sangat besar untuk produksi amunisi yang sebenarnya,” kata Hodges.
Selain itu, kata dia, kelompok pertempuran NATO tidak memiliki saluran komunikasi yang cukup aman di antara militer sekutu. Sebaliknya, pasukan Rusia telah menunjukkan kemampuan melacak sinyal yang dikirim oleh pasukan lawan di medan perang.
Lihat Juga :