5 Negara yang Memiliki Superkomputer, AS Kalah Dibandingkan China
Jum'at, 02 Juni 2023 - 11:23 WIB
loading...
A
A
A
"Tujuan kami adalah untuk menawarkan infrastruktur paling kuat di Eropa yang menggabungkan komputasi neuromorfik, superkomputer, dan komputasi kuantum, memastikan bahwa berbagai kelompok pengguna dari sains dan industri dapat belajar dan tumbuh bersama sambil juga saling menguntungkan," kata Profesor Dr Astrid Lambrecht, dewan direksi Forschungszentrum Jülich.
Superkomputer terbaik Prancis dimiliki oleh Total, salah satu dari tujuh perusahaan minyak dan gas teratas di dunia.
Selain itu, ada juga Jean Zay, superkomputer dengan 28 petaflops, yaitu 28 juta miliar operasi per detik.
Superkomputer tersebut meneliti Covid-19, meneliti iklim atau astrofisika, atau mengembangkan kecerdasan buatan. Ini dikembangkan oleh HPE dan dioperasikan oleh CNRS Institut du Développement et des Ressources en Informatique Scientifique (IDRIS). Kekuatan Jean Zay menempatkannya di urutan ke-10 dalam peringkat terakhir dari 500 superkomputer teratas dunia.
Superkomputer Jean Zay kini menempati area seluas 150 m2, berbobot 43 ton, dan konsumsi daya mendekati 2 MWh. Ini adalah superkomputer Prancis pertama di mana komputasi kinerja tinggi dan kecerdasan buatan bertemu.
Bagaimana superkomputer dibandingkan dengan komputer kuantum?
Microsoft, IBM, dan Google adalah beberapa perusahaan yang berlomba membangun komputer kuantum pertama yang berfungsi penuh.
Setelah memiliki komputer kuantum yang dapat diterapkan yang mencapai supremasi kuantum, titik di mana komputer kuantum dapat melakukan hal-hal yang tidak dapat dilakukan oleh komputer klasik, mesin kuantum akan menyalip superkomputer saat ini dengan sangat cepat.
Saat ini, komputer kuantum dengan 40 qubit berukuran sekitar 16 terabyte (TB). Perhitungan menggunakan mesin ini akan memakan waktu beberapa detik di superkomputer.
Tetapi komputer kuantum dapat menskalakan secara eksponensial, jadi ketika kita menggunakan komputer kuantum dengan 256 qubit misalnya, perhitungan pada mesin ini akan memakan waktu bertahun-tahun cahaya pada superkomputer.
5. Prancis: 18 superkomputer
Superkomputer terbaik Prancis dimiliki oleh Total, salah satu dari tujuh perusahaan minyak dan gas teratas di dunia.
Selain itu, ada juga Jean Zay, superkomputer dengan 28 petaflops, yaitu 28 juta miliar operasi per detik.
Superkomputer tersebut meneliti Covid-19, meneliti iklim atau astrofisika, atau mengembangkan kecerdasan buatan. Ini dikembangkan oleh HPE dan dioperasikan oleh CNRS Institut du Développement et des Ressources en Informatique Scientifique (IDRIS). Kekuatan Jean Zay menempatkannya di urutan ke-10 dalam peringkat terakhir dari 500 superkomputer teratas dunia.
Superkomputer Jean Zay kini menempati area seluas 150 m2, berbobot 43 ton, dan konsumsi daya mendekati 2 MWh. Ini adalah superkomputer Prancis pertama di mana komputasi kinerja tinggi dan kecerdasan buatan bertemu.
Bagaimana superkomputer dibandingkan dengan komputer kuantum?
Microsoft, IBM, dan Google adalah beberapa perusahaan yang berlomba membangun komputer kuantum pertama yang berfungsi penuh.
Setelah memiliki komputer kuantum yang dapat diterapkan yang mencapai supremasi kuantum, titik di mana komputer kuantum dapat melakukan hal-hal yang tidak dapat dilakukan oleh komputer klasik, mesin kuantum akan menyalip superkomputer saat ini dengan sangat cepat.
Saat ini, komputer kuantum dengan 40 qubit berukuran sekitar 16 terabyte (TB). Perhitungan menggunakan mesin ini akan memakan waktu beberapa detik di superkomputer.
Tetapi komputer kuantum dapat menskalakan secara eksponensial, jadi ketika kita menggunakan komputer kuantum dengan 256 qubit misalnya, perhitungan pada mesin ini akan memakan waktu bertahun-tahun cahaya pada superkomputer.
(ahm)
Lihat Juga :