5 Ketangguhan Tentara Perempuan Ukraina, Nomor 3 Memilih Mati daripada Ditangkap

Sabtu, 27 Mei 2023 - 09:48 WIB
loading...
5 Ketangguhan Tentara...
Tentara perempuan Ukraina memiliki ketangguhan yang tidak bisa dipandang remeh. Foto/Reuters
A A A
KIEV - Lebih dari 60.000 tentara perempuan Ukraina saat ini bertugas. Sebagian besar ditempatkan di zona terdepan pertempuran dengan Rusia. Dari 60.000tentara wanita – termasuk sekitar 5.000 di garis depan.

Hingga Oktober 2022, Social Europe melaporkan sekitar 8.000 wanita bertugas sebagai perwira militer Ukraina. Militer Ukraina adalah salah satu angkatan bersenjata paling feminim di Eropa.

Berikut 5 ketangguhan tentara perempuan Ukraina dalam melawan tentara Rusia.

Baca Juga: 5 Skenario Pembunuhan Presiden Putin yang Berujung pada Kegagalan

1. Bisa Membunuh dengan Peralatan Kantor

5 Ketangguhan Tentara Perempuan Ukraina, Nomor 3 Memilih Mati daripada Ditangkap

Foto/Reuters

Wanita Ukraina yang dilatih untuk perang dapat membunuh tentara Rusia dengan perlengkapan kantor. Itu ditegaskan oleh pendiri Garda Wanita Ukraina Olena Biletska kepada Business Insider. Dia mengaku sudah melatih lebih dari 60.000 wanita.

“Beberapa dapat membunuh hanya dengan pensil atau pulpen," kata Biletska.

Para tentara perempuan Ukraina tersebut tidak difokuskan dengan menggunakan senjata api dan granat saja, tetapi mereka juga dilatih untuk berkelahi. Garda Wanita Ukraina yang didirikan pada 2014 untuk mempersiapkan wanita untuk perang.

2. Dijuluki Orang Amazon

5 Ketangguhan Tentara Perempuan Ukraina, Nomor 3 Memilih Mati daripada Ditangkap

Foto/Reuters

Para perempuan yang dididik menjadi tentara Ukraina itu disebut sebagai “orang Amazon”. Mereka juga diajari memberikan obat medan perang, dukungan kesehatan, dan informasi intelijen. “Mereka bisa melakukan apa saja di medan perang,” kata Biletska.

3. Memilih Mati Dibandingkan Ditangkap

5 Ketangguhan Tentara Perempuan Ukraina, Nomor 3 Memilih Mati daripada Ditangkap

Foto/Reuters

Tentara wanita menghadapi tantangan berat dalam perang melawan invasi Rusia.

Wanita Ukraina di garis depan memberi tahu “Proyek Batalyon Tak Terlihat” bahwa mereka takut akan kekerasan seksual ketika ditangkap tentara Rusia.

Para wanita mengungkapkan mereka menghindari penangkapan dengan segala cara. Bahkan, mereka memilih untuk mati daripada ditangkap.

Baca Juga: Belanda Serius Pertimbangkan Pengiriman Jet Tempur F-16 ke Ukraina

4. Mendukung Veteran Perang

Gerakan Veteran Wanita Ukraina, organisasi tentara wanita terbesar Ukraina, memberikan dukungan bagi para veteran perang. “Kami menyiapkan gerakan kami untuk membela hak-hak tentara wanita dan veteran,” kata Kateryna Priymak, wakil kepala Gerakan Veteran Wanita Ukraina, dilansir Radio Free Europe. Dia mengungkapkan, invasi besar-besaran Rusia memaksa para tentara perempuan untuk fokus pada dukungan efisien yang maksimal.

5. Setara dengan Tentara Lelaki

5 Ketangguhan Tentara Perempuan Ukraina, Nomor 3 Memilih Mati daripada Ditangkap

Foto/Reuters

Oksana Hryhoryeva, penasihat gender untuk komandan Angkatan Darat Militer Ukraina, menuturkan, sejak awal invasi skala penuh Rusia, dia hanya menerima laporan tentang dua kasus pelecehan atau diskriminasi gender. Tapi dia mengklaim ini adalah cerminan akurat dari kenyataan.

"Tidak ada pelecehan di garis depan," kata Hryhoryeva. Dia mengungkapkan, tentara perempuan memiliki kesetaraan dengan prajurit lelaki.

Namun demikian, penanganan konsekuensi kekerasan seksual Rusia di daerah yang direbut kembali oleh Ukraina adalah merehabilitasi tentara dengan gangguan stres pasca-trauma, termasuk mereka yang telah menjadi tawanan Rusia, dan mendukung keluarga tentara yang terbunuh. dalam perang.

"Keyakinan bahwa tentara bukanlah tempat bagi perempuan adalah peninggalan dari mentalitas Soviet," kata Hryhoryeva.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
Israel Melakukan Segala...
Israel Melakukan Segala Cara untuk Menggagalkan Perundingan AS dan Iran
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
AS: Selat Hormuz Terbuka...
AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol
Trump Segera Gunakan...
Trump Segera Gunakan Pesawat Air Force One Hadiah dari Qatar, Tiba di Lanud Andrews
Rekomendasi
Ditahan Curacao, Ekuador...
Ditahan Curacao, Ekuador Gagal Segel Tiket ke Babak Gugur Piala Dunia 2026
119 Pekebun Morowali...
119 Pekebun Morowali Ikuti Pelatihan Sawit di Palu, Fokus ISPO hingga Pemetaan Kebun
Kunjungi IKN, Ketum...
Kunjungi IKN, Ketum Garuda Jajaki Peluang Usaha untuk UMKM
Berita Terkini
Raja Charles Inggris...
Raja Charles Inggris Akan Ungkap Tagihan Pajak Pribadinya, Berapa Besar?
Pilot Australia Terbangkan...
Pilot Australia Terbangkan 2 Buronan Paling Dicari ke Indonesia via Penerbangan Gelap
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
Infografis
Kehadiran Tentara NATO...
Kehadiran Tentara NATO di Ukraina Berarti Perang Habis-habisan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved