4 Miliader yang Menjadi Kaya Raya di Usia Senja, Nomor 2 Sutradara Legendaris
Sabtu, 27 Mei 2023 - 10:17 WIB
loading...
Boneka bertema Warren Buffett, salah miliader yang menjadi kaya raya, saat usia senja. Foto/Reuters
A
A
A
NEW YORK - Tak semua miliarder yang masuk jajaran orang kaya versi majalah Forbes pada usia 30 tahunan. Banyak miliarder berkelas dunia yang justru naik kelas pada usia senja.
Itu menjadi pelajaran penting bahwa menjadi miliarder tidak memiliki istilah terlambat. Semua orang bisa menjadi miliarder kapan pun dan pada usia berapapun. Asalkan, tetap mengutamakan inovasi dan kreativitas serta melihat kesempatan dan momentum yang ada.
Makna yang bisa diperoleh juga menunjukkan bahwa perjuangan untuk menjadi miliarder tidaklah instan. Semuanya membutuhkan proses. Sedangkan proses panjang dan berliku tidak akan mengkhianati hasil. Itulah kenapa para miliarder memiliki cerita menarik untuk dipetik hikmahnya.
Berikut adalah 4 miliarder dunia yang meraih status sebagai orang kaya dunia pada usia senja.
Baca Juga: 2 Anak Muda yang Menjadi Miliarder karena Kembangkan Bisnis AI
1. Warren Buffett: 56
![4 Miliader yang Menjadi Kaya Raya di Usia Senja, Nomor 2 Sutradara Legendaris]()
Foto/Reuters
Chairman firma investasi Berkshire Hathaway, Warren Buffett, memiliki kekayaan USD79,7 miliar atau Rp 1.196 triliun. Dia menjadi miliarder yang dirintis sendiri pada 1986 atau tepat berusia 56. Seperti dilansir Business Insider, kekayaan bersihnya USD1 miliar diperoleh Berkshire Hathaway menjual saham kelas AS untuk pertama kalinya.
Selama beberapa dekade, Buffett selalu identik dengan kesuksesan berinvestasi. Dia selalu mendapat tempat di Daftar Miliarder versi Forbes. Dikenal dengan "Oracle of Omaha", surat tahunan Buffett kepada pemegang saham adalah kelas master dalam mengelola pasang surut pasar saham. Setiap metode dan strategi yang dibagikan Buffett didasarkan pada pengalaman pribadinya sendiri.
Sebenarnya, Buffett tidak selalu kaya. Nyatanya, dia memulai usahanya dengan hampir tidak memiliki apa-apa. Buffett membangun kekayaannya yang sangat besar melalui keputusan yang bijaksana dan hati-hati yang berfokus pada kualitas dan nilai.
Warren Buffett bukanlah anak laki-laki biasa. Di tahun-tahun awalnya, keahliannya dalam matematika membedakannya dari teman-temannya. Mereka yang mengenalnya saat itu bercerita tentang kemampuannya melakukan perhitungan panjang di kepalanya. Pada usia 7 tahun, Buffett frustrasi dengan tantangan keuangan yang dihadapi keluarganya yang beranggotakan lima orang.
Waffett meminjam sebuah buku berjudul Seribu Cara Menghasilkan USD1.000, dan seorang pengusaha lahir. Buffett menyerap teknik-teknik dalam buku itu dan menemukan cara-cara baru untuk menerapkan informasi tersebut. Segera, dia memiliki serangkaian usaha bisnis yang sukses yang membuka dunia peluang bagi Buffett dan keluarganya.
Itu menjadi pelajaran penting bahwa menjadi miliarder tidak memiliki istilah terlambat. Semua orang bisa menjadi miliarder kapan pun dan pada usia berapapun. Asalkan, tetap mengutamakan inovasi dan kreativitas serta melihat kesempatan dan momentum yang ada.
Makna yang bisa diperoleh juga menunjukkan bahwa perjuangan untuk menjadi miliarder tidaklah instan. Semuanya membutuhkan proses. Sedangkan proses panjang dan berliku tidak akan mengkhianati hasil. Itulah kenapa para miliarder memiliki cerita menarik untuk dipetik hikmahnya.
Berikut adalah 4 miliarder dunia yang meraih status sebagai orang kaya dunia pada usia senja.
Baca Juga: 2 Anak Muda yang Menjadi Miliarder karena Kembangkan Bisnis AI
1. Warren Buffett: 56

Foto/Reuters
Chairman firma investasi Berkshire Hathaway, Warren Buffett, memiliki kekayaan USD79,7 miliar atau Rp 1.196 triliun. Dia menjadi miliarder yang dirintis sendiri pada 1986 atau tepat berusia 56. Seperti dilansir Business Insider, kekayaan bersihnya USD1 miliar diperoleh Berkshire Hathaway menjual saham kelas AS untuk pertama kalinya.
Selama beberapa dekade, Buffett selalu identik dengan kesuksesan berinvestasi. Dia selalu mendapat tempat di Daftar Miliarder versi Forbes. Dikenal dengan "Oracle of Omaha", surat tahunan Buffett kepada pemegang saham adalah kelas master dalam mengelola pasang surut pasar saham. Setiap metode dan strategi yang dibagikan Buffett didasarkan pada pengalaman pribadinya sendiri.
Sebenarnya, Buffett tidak selalu kaya. Nyatanya, dia memulai usahanya dengan hampir tidak memiliki apa-apa. Buffett membangun kekayaannya yang sangat besar melalui keputusan yang bijaksana dan hati-hati yang berfokus pada kualitas dan nilai.
Warren Buffett bukanlah anak laki-laki biasa. Di tahun-tahun awalnya, keahliannya dalam matematika membedakannya dari teman-temannya. Mereka yang mengenalnya saat itu bercerita tentang kemampuannya melakukan perhitungan panjang di kepalanya. Pada usia 7 tahun, Buffett frustrasi dengan tantangan keuangan yang dihadapi keluarganya yang beranggotakan lima orang.
Waffett meminjam sebuah buku berjudul Seribu Cara Menghasilkan USD1.000, dan seorang pengusaha lahir. Buffett menyerap teknik-teknik dalam buku itu dan menemukan cara-cara baru untuk menerapkan informasi tersebut. Segera, dia memiliki serangkaian usaha bisnis yang sukses yang membuka dunia peluang bagi Buffett dan keluarganya.
Lihat Juga :