Bos Intelijen Ukraina: Serangan Balasan Akan Segera Dimulai

Rabu, 24 Mei 2023 - 10:55 WIB
loading...
Bos Intelijen Ukraina:...
Bos intelijen Ukraina mengatakan serangan balasan akan segera dimulai. Foto/Ilustrasi
A A A
KIEV - Ukraina memiliki senjata yang dibutuhkannya untuk memulai serangan balasan yang sangat dinanti-nantikan, tetapi sebenarnya untuk mengalahkan Rusia akan membutuhkan lebih banyak. Hal itu diungkapkan kepala Direktorat Intelijen Utama (GUR) Ukraina, Kirill Budanov, dalam sebuah wawancara.

“Kami sudah memiliki senjata minimum yang diperlukan” untuk serangan itu, kata Budanov kepad media Jepang NHK.

"Saya hanya bisa mengatakan bahwa itu akan segera dimulai," imbuhnya seperti dikutip dari Russia Today, Rabu (24/5/2023).

Namun, menurut Budanov, untuk berhasil mengejar kampanye panjang melawan Rusia, Ukraina membutuhkan lebih banyak lagi.

Baca Juga: PM Hongaria Bilang Ukraina Tak Bisa Menang Perang Melawan Rusia

“Kami membutuhkan persediaan senjata dan amunisi dalam jumlah besar untuk melanjutkan operasi dengan sukses,” ujarnya.

“Kami membutuhkan lebih banyak senjata. Kami membutuhkan jet tempur. Saya berharap komunitas internasional siap untuk benar-benar membantu Ukraina,” imbuhnya.

Intel utama Kiev itu menambahkan bahwa dia akan memperhatikan kemajuan bantuan militer dari Barat setelah KTT G-7 di Hiroshima, di mana Presiden Volodymyr Zelensky tampil sebagai tamu kejutan.

Selama akhir pekan, Zelensky mengakui hilangnya benteng Donbass di Bakhmut, yang dikenal oleh orang Rusia sebagai Artyomovsk. Kiev menanggapi dengan meluncurkan serangan ke Wilayah Belgorod Rusia, yang menarik banyak perhatian media sosial tetapi tidak mencapai kepentingan militer apa pun.

Baca Juga: Rusia Mengamuk, Jet Tempur dan Artilerinya Lenyapkan Penyerang Belgorod

Zelensky telah meyakinkan para pendukung Baratnya bahwa serangan balasan yang telah lama dinanti-nantikan akan diluncurkan segera setelah Kiev mengumpulkan senjata dan amunisi minimum yang diperlukan untuk upaya tersebut, dan Ukraina membutuhkan sedikit lebih banyak waktu. Menteri Luar Negeri Dmitry Kuleba juga telah berusaha untuk mengatur ekspektasi.

Pekan lalu, Financial Times melaporkan bahwa Kiev memiliki waktu sekitar "lima bulan" untuk mengesankan Washington, di mana pemerintahan Presiden Joe Biden akan berada di bawah tekanan yang terlalu besar untuk bernegosiasi.

Beberapa outlet dan pakar Barat telah memperingatkan bahwa kampanye udara Rusia yang menargetkan depot pasokan Ukraina dan konsentrasi pasukan telah memengaruhi serangan yang direncanakan, bahkan menggambarkannya sebagai "pengubah permainan".

Budanov mengabaikan kampanye tersebut dengan memberi tahu NHK bahwa Kiev telah menembak jatuh 90% rudal yang masuk. Dia tidak mengomentari penghancuran sistem pertahanan udara Patriot yang dipasok AS di Kiev pekan lalu.

Baca Juga: Ukraina Punya Waktu 5 Bulan untuk Mengesankan AS
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia, China dan Rusia Bersaing Ketat
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Dilema Sistem Petisi...
Dilema Sistem Petisi China: Antara Stabilitas Nasional dan Suara Warga
Menlu Iran kepada AS:...
Menlu Iran kepada AS: Pergi dari Wilayah Kami jika Anda Ingin Selamat!
Rekomendasi
Korea Selatan vs Republik...
Korea Selatan vs Republik Ceko: Konsistensi Kontra Jago Bola Mati
Kronologi Haji Bolot...
Kronologi Haji Bolot Dilarikan ke RS karena Serangan Jantung, Bermula dari Sesak Napas
Dewan Pers dan Konstituen...
Dewan Pers dan Konstituen Matangkan Usulan Pengaturan Karya Jurnalistik dalam RUU Hak Cipta
Berita Terkini
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Thailand Berduka, Putri...
Thailand Berduka, Putri Raja Vajiralongkorn Meninggal setelah Koma Hampir 4 Tahun
Trump Klaim AS Telah...
Trump Klaim AS Telah Bikin Kesepakatan Hebat dengan Iran, Teheran Bilang Belum!
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Infografis
Akhiri Perang Ukraina,...
Akhiri Perang Ukraina, Trump Akan Akui Crimea Milik Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved