10 Negara yang Dulunya Miskin Sekarang Kaya Raya
Selasa, 23 Mei 2023 - 12:18 WIB
loading...
Qatar, dulunya negara miskin, dengan mengandalkan minyak bumi, berubah menjadi negara kaya raya. Foto/Reuters
A
A
A
SINGAPURA - Negara kaya di dunia tidak selalu sama dulu dan sekarang. Percaya atau tidak, beberapa negara super kaya seperti Swiss dan Singapura dulunya adalah negara miskin.
Setelah mengatasi berbagai rintangan dan tangan ekonomi, banyak negara yang dulunya miskin kini menjadi negara kaya raya.
Berikut 10 negara yang dulunya mikin dan sekarang menjadi negara kaya. Itu disarikan dari produk domestik bruto ( PDB ) versi World Population Review.
Baca Juga: 7 Negara yang Dulunya Kaya Sekarang Miskin, Nomor 2 Tetangga Indonesia
1. Luksemburg
![10 Negara yang Dulunya Miskin Sekarang Kaya Raya]()
Foto/Reuters
Sebagai negara penghasil uang, Luksemburg menjadi negara dengan PDB per kapita tertinggi ketiga di dunia sekitar USD133.175. Dengan mengutamakan diversifikasi perekonomian, negara itu mengandalkan perbankan, baja dan pabrik berteknologi maju.
Sulit membayangkan bagaimana Luksemburgsebagai negara miskin. Tapi, dulu Luksemburg merupakan negara yang terkepung oleh bangsa-bangsa Eropa pada abad 19. Sekitar 80% warganya bekerja di sektor pertanian dan hidup dalam status kemiskinan.
Akibat terjebak kemiskinan, banyak keluarga di Luksemburg harus terpaksa bertahan hidup. Itu menyebabkan sepertiga penduduk Luksemburg memilih bermigrasi ke Amerika Serikat.
Hingga menemukan cadangan emas pada pertengahan abad 19, Luksemburg mampu mengubah nasib. Tambang dan pabrik langsung berdiri. Luksemburg menjadi negara penghasil baja. Pada akhir abad 19, Luksemburg menjadi produsen baja paling maju di Eropa.
Ketika industri baja menurun, Luksemburg mengembangkan industri perbankan dan manufaktur pada 1960-an. Setelah itu, ekonomi mulai tumbuh dan berkembang dengan pesat.
2. Swiss
Saat ini, Swiss kerap disamakan dengan kesuksesan ekonomi dan kekayaan. Negara dengan PDB per kapita tertinggi ke-enam sekitar USD93.525. Swiss juga merupakan negara di Eropa yang memiliki standar kehidupan yang tinggi.
Sekitar 150 tahun lalu, Swiss adalah bangsa yang miskin. Negara yang terkepung negara tetangganya itu memiliki wilayah dengan dataran tinggi sehingga sulit berkembang. Industri di Swiss juga relatif primitif. Sebagian besar penduduknya berada di pedesaan dan hidup dalam garis kemiskinan.
Pada akhir abad 19, periode industrialisasi menjadi peluang bagi Swiss dengan melakukan transformasi ekonomi. Swiss memilih mengembangkan sektor perbankan dan pariwisata. Itu menjadikan Swiss berkembang sangat cepat dan menjadi negara maju.
Momentum berlanjut pada abad 20, kebijakan netral Swiss menguntungkan negara itu dalam dua perang dunia. Swiss juga mengambil keuntungan dari sektor senjata dan pinjaman perbankan sehingga memperkuat perekonomian.
Transisi ekonomi Swiss menjadi industri berlanjut pada 1950-an. 74% PDB Swis dihasilkan dari sektor pelayanan, sedangkan 25% dari sektor industri. Ketika pertumbuhan ekonomi semakin menurun, Swiss tetap menjadi negara kaya dengan utang yang relatif kecil.
3. Norwegia
![10 Negara yang Dulunya Miskin Sekarang Kaya Raya]()
Foto/Reuters
Pada 1969, cadangan minyak ditemukan di Laut Utara. Produksi dimulai pada 1971, saat itu harga minyak naik pada 1970-an. PDB per kapita Norwegia langsung naik. Proses industri minyak itu mengizinkan negara itu menjadi negara sejahtera.
Saat ini, PDB per kapita Norwegia mencapai USD89.242 dan salah satu tertinggi di dunia. Negara itu memiliki dana minyak sekitar USD250.00 yang dibagikan per warga Norwegia. Itu menjadi salah negara dengan standar paling tinggi versi Human Development PBB selama 16 tahun berturut-turut.
Setelah mengatasi berbagai rintangan dan tangan ekonomi, banyak negara yang dulunya miskin kini menjadi negara kaya raya.
Berikut 10 negara yang dulunya mikin dan sekarang menjadi negara kaya. Itu disarikan dari produk domestik bruto ( PDB ) versi World Population Review.
Baca Juga: 7 Negara yang Dulunya Kaya Sekarang Miskin, Nomor 2 Tetangga Indonesia
1. Luksemburg

Foto/Reuters
Sebagai negara penghasil uang, Luksemburg menjadi negara dengan PDB per kapita tertinggi ketiga di dunia sekitar USD133.175. Dengan mengutamakan diversifikasi perekonomian, negara itu mengandalkan perbankan, baja dan pabrik berteknologi maju.
Sulit membayangkan bagaimana Luksemburgsebagai negara miskin. Tapi, dulu Luksemburg merupakan negara yang terkepung oleh bangsa-bangsa Eropa pada abad 19. Sekitar 80% warganya bekerja di sektor pertanian dan hidup dalam status kemiskinan.
Akibat terjebak kemiskinan, banyak keluarga di Luksemburg harus terpaksa bertahan hidup. Itu menyebabkan sepertiga penduduk Luksemburg memilih bermigrasi ke Amerika Serikat.
Hingga menemukan cadangan emas pada pertengahan abad 19, Luksemburg mampu mengubah nasib. Tambang dan pabrik langsung berdiri. Luksemburg menjadi negara penghasil baja. Pada akhir abad 19, Luksemburg menjadi produsen baja paling maju di Eropa.
Ketika industri baja menurun, Luksemburg mengembangkan industri perbankan dan manufaktur pada 1960-an. Setelah itu, ekonomi mulai tumbuh dan berkembang dengan pesat.
2. Swiss
Saat ini, Swiss kerap disamakan dengan kesuksesan ekonomi dan kekayaan. Negara dengan PDB per kapita tertinggi ke-enam sekitar USD93.525. Swiss juga merupakan negara di Eropa yang memiliki standar kehidupan yang tinggi.
Sekitar 150 tahun lalu, Swiss adalah bangsa yang miskin. Negara yang terkepung negara tetangganya itu memiliki wilayah dengan dataran tinggi sehingga sulit berkembang. Industri di Swiss juga relatif primitif. Sebagian besar penduduknya berada di pedesaan dan hidup dalam garis kemiskinan.
Pada akhir abad 19, periode industrialisasi menjadi peluang bagi Swiss dengan melakukan transformasi ekonomi. Swiss memilih mengembangkan sektor perbankan dan pariwisata. Itu menjadikan Swiss berkembang sangat cepat dan menjadi negara maju.
Momentum berlanjut pada abad 20, kebijakan netral Swiss menguntungkan negara itu dalam dua perang dunia. Swiss juga mengambil keuntungan dari sektor senjata dan pinjaman perbankan sehingga memperkuat perekonomian.
Transisi ekonomi Swiss menjadi industri berlanjut pada 1950-an. 74% PDB Swis dihasilkan dari sektor pelayanan, sedangkan 25% dari sektor industri. Ketika pertumbuhan ekonomi semakin menurun, Swiss tetap menjadi negara kaya dengan utang yang relatif kecil.
3. Norwegia

Foto/Reuters
Pada 1969, cadangan minyak ditemukan di Laut Utara. Produksi dimulai pada 1971, saat itu harga minyak naik pada 1970-an. PDB per kapita Norwegia langsung naik. Proses industri minyak itu mengizinkan negara itu menjadi negara sejahtera.
Saat ini, PDB per kapita Norwegia mencapai USD89.242 dan salah satu tertinggi di dunia. Negara itu memiliki dana minyak sekitar USD250.00 yang dibagikan per warga Norwegia. Itu menjadi salah negara dengan standar paling tinggi versi Human Development PBB selama 16 tahun berturut-turut.
Lihat Juga :