Persembunyian Bawah Tanah Rahasia Vladimir Putin Dibocorkan Online

Jum'at, 19 Mei 2023 - 09:17 WIB
loading...
Persembunyian Bawah...
Presiden Rusia Vladimir Putin memiliki tempat persembunyian berupa terowongan raksasa bawah tanah yang dibangun tak jauh dari istana mewah di tepi Laut Hitam. Foto/The Telegraph
A A A
MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin memiliki tempat persembunyian berupa terowongan raksasa bawah tanah yang dibangun tak jauhdari istana mewah di tepi Laut Hitam.

Itu terungkap setelah diagram terowongan itu di-posting secara online oleh perusahaan teknik yang mengerjakan proyek tersebut dan kini menyebar luas.

Putin telah lama diberitakan telah memerintahkan pembangunan terowongan raksasa—yang terletak sekitar 50 meter di bawah permukaan—karena khawatir akan kelangsungan hidupnya jika terjadi revolusi atau perang.

Kompleks bawah tanah dibangun sebelum Rusia merebut Crimea dari Ukraina pada 2014, ketika Putin masih menjalin hubungan hangat dengan kekuatan Eropa.

Istananya senilai £1 miliar—lengkap dengan gereja, gelanggang es, kasino, dan lounge hookah—membentang seluas 190.000 kaki persegi di tepi yang menghadap ke laut.

Baca Juga: Putin: Perang Nyata terhadap Rusia Telah Dilancarkan

Keberadaan terowongan, yang pertama kali dilaporkan oleh Business Insider, hanya diketahui karena perusahaan konstruksi Rusia yang membangunnya memajang diagram secaraonline sebagai bukti keunggulan pekerjaan mereka.

Metro Style, sebuah perusahaan teknik yang disewa untuk menggali terowongan bawah tanah, menerbitkan gambar tersebut di situs webnya pada awal 2010-an, menggambarkan proyek tersebut sebagai "kompleks bawah tanah untuk sebuah resor" di Gelendzhik, kota yang paling dekat dengan istana Putin.

Diagram menunjukkan bunker dengan sistem ventilasinya sendiri, serta saluran pembuangan dan pasokan air bersih.

Memperkuat dinding adalah cangkang beton 15 inci dan seluruh kompleks bawah tanah seluas 6.500 kaki persegi.

Menurut salah satu diagram Metro Style, poros lift menghubungkan kompleks ke dua terowongan, dengan yang lebih rendah menampilkan jalan setapak ke pantai.

Terowongan bawah memiliki rak kabel yang dapat digunakan untuk membawa kabel listrik, penerangan dan serat optik ke pos komando.

Pintu keluar dari kedua terowongan terlihat di permukaan tebing yang menjulang dari laut ke istana.

Meskipun diagram telah dihapus dari situs web Metro Style pada tahun 2016, diagram tersebut masih terlihat di Wayback Machine, sebuah arsip konten online.

Baca Juga: Presiden Estonia: Putin Tidak Gila tapi Mungkin Akan Tekan Tombol Serangan Nuklir

Itu diedarkan dalam komunitas yang disebut "diggers (penggali)"—para warga Rusia yang mengunjungi dan mendokumentasikan situs terlarang.

Seorang penggali anonim yang mengatakan dia termasuk dalam kelompok yang disebut "Sek Z" mengatakan kepada Business Insider bahwa dia membagikan gambar "karena kami bosan dengan wajah bodoh Putin dan ingin menunjukkan transportasi bawah tanahnya yang paranoid".

Dia kemudian memberi tahu Business Insider bahwa dia berharap gambar-gambar itu akan mempercepat "akhir rezim" Putin.

Ribuan orang Rusia pernah turun ke jalan ketika organisasi pemimpin oposisi Alexei Navalny pertama kali menerbitkan paparan istana Laut Hitam Putin pada 2021.

Beberapa mengangkat sikat toilet bercat emas sehubungan dengan perkakas seharga £700 yang dilaporkan ditemukan di kediaman kolosal itu.

Presiden Putin membantah memiliki istana, yang dikelilingi oleh 17.000 hektare hutan dan dilindungi secara permanen oleh tim keamanannya.

Tak lama setelah penyelidikan Navalny, Arkady Rotenberg, seorang miliarder teman masa kecil Putin, keluar untuk mengeklaim properti itu miliknya dan presiden tidak ada hubungannya dengan itu.

Tetapi Kremlin gagal menjelaskan mengapa istana itu dijaga 24 jam oleh pasukan keamanan negara dan dilindungi oleh zona larangan terbang jika presiden tidak tinggal di sana.

Beberapa media berbicara dengan pembangun yang tidak disebutkan namanya pada saat itu, yang mengatakan bahwa mereka telah bekerja di situs tersebut dan mengingat interiornya yang mewah.

Georgy Alburov, salah satu sekutu Navalny yang bekerja dalam penyelidikan tim, mengatakan kepada acara YouTube orang Rusia di pengasingan;Alexander Plushchev, pada hari Kamis bahwa tim telah melihat rencana bunker bawah tanah tetapi tidak memberi mereka cukup perhatian.

“Anda bisa tinggal di sana. Ada saluran pembuangan, fasilitas, dinding yang sangat kokoh,” katanya di acara Alexander Plushchev pada hari Kamis.

"Ini adalah bunker yang lengkap yang bisa Anda sembunyikan," ujarnya, seperti dikutip The Telegraph, Jumat (19/5/2023).

Namun, Mark Galeotti, penulis "Putin’s Wars: From Crimea to Ukraine", mengatakan kepada The Telegraph bahwa kompleks bawah tanah tampaknya lebih untuk menyediakan kepala negara dengan rute evakuasi yang nyaman dan aman daripada tempat tinggal selama serangan nuklir.

“Terowongan ini bukan bunker. Agar aman, Anda harus bisa menutupnya,” katanya sambil menunjuk ke pintu biasa di ujung terowongan di sisi pantai.

Galeotti membandingkan struktur dengan serangkaian terowongan rahasia di bawah Moskow, yang dikenal sebagai Metro-2, yang dirancang untuk mengevakuasi pimpinan Soviet jika terjadi serangan.

"Saya curiga itulah yang sedang kita bicarakan di sini," katanya.

Jalan setapak yang bergerak di salah satu terowongan menunjukkan bahwa itu akan digunakan sebagai fitur mewah lain dari perkebunan mewah ini.

“Seluruh istana Gelendzhik adalah monumen untuk kemewahan yang berlebihan—dengan semua yang Anda miliki, mengapa Anda tidak memiliki travelator untuk membawa Anda ke pantai?” kata Galeotti.

Dia menambahkan bahwa jika kompleks bawah tanah telah dirancang sebagai tempat penampungan darurat, rencana dan konstruksi akan ditangani oleh cabang khusus administrasi Kremlin yang biasanya menangani proyek-proyek rahasia, bukan kontraktor yang berbasis di Moskow yang akhirnya menerbitkan plan arsitektur secara online.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
Runtuhkan Dolar AS,...
Runtuhkan Dolar AS, Putin Kumpulkan 11 Pemimpin ASEAN Termasuk Indonesia
AS Rilis 14 Poin Perjanjian...
AS Rilis 14 Poin Perjanjian yang Disepakati dengan Iran untuk Akhiri Perang
Gawat! Delegasi Iran...
Gawat! Delegasi Iran Walk Out dari Perundingan Damai dengan AS
Rekomendasi
Wujudkan Liburan Impian...
Wujudkan Liburan Impian Tanpa Beban dengan Cashback Rp350.000
Nostalgia dengan Fotografi...
Nostalgia dengan Fotografi Analog, Lomography Kini Hadir di Indonesia
Gunakan MT Gamkonora,...
Gunakan MT Gamkonora, Pertamina Patra Niaga Tambah 450 Ribu Barel Minyak
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Infografis
Driver Online Gelar...
Driver Online Gelar Aksi Mogok Massal se-Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved