Pompeo: Kepala WHO Telah Dibeli Pemerintah China
Rabu, 22 Juli 2020 - 21:01 WIB
loading...
Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menyerang Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. Foto/Kolase/Sindonews
A
A
A
LONDON - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo melancarkan serangan luar biasa terhadap Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) selama pertemuan pribadi dengan sejumlah pejabat dan politisi Inggris. Ia menuduh organisasi itu telah berada dalam saku China dan bertanggung jawab atas tewasnya warga Inggris selama pandemi.
Dalam pertemuan itu, Pompeo mengatakan bahwa dia percaya WHO adalah organisasi politik bukan organisasi berbasis ilmu dan menuduh direktur jenderalnya saat ini, Tedros Adhanom Ghebreyesus terlalu dekat dengan Beijing.
"Di atas dasar laporan intelijen yang kuat, kesepakatan telah dibuat dengan China untuk memungkinkan Tedros memenangkan pemilihan pada 2017," kata Pompeo kepada audiensi 20 anggota parlemen dan rekan-rekannya.
"Ketika ada dorongan untuk mendorong, Anda telah membunuh warga Inggris karena kesepakatan yang dibuat," imbuhnya tanpa perincian lebih lanjut seperti dikutip dari The Guardian, Rabu (22/7/2020).
Pernyataan itu dilontarkan pada pertemuan yang diselenggarakan oleh lembaga thinktank Henry Jackson Society. Pompeo menanggapi pertanyaan dari Chris Bryant, salah satu dari dua anggota parlemen Buruh yang hadir dalam pertemuan yang didominasi oleh Konservatif, yang telah menantangnya atas keputusan pemerintahan Trump untuk keluar dari organisasi multilateral itu.
Dalam pertemuan itu, Pompeo mengatakan bahwa dia percaya WHO adalah organisasi politik bukan organisasi berbasis ilmu dan menuduh direktur jenderalnya saat ini, Tedros Adhanom Ghebreyesus terlalu dekat dengan Beijing.
"Di atas dasar laporan intelijen yang kuat, kesepakatan telah dibuat dengan China untuk memungkinkan Tedros memenangkan pemilihan pada 2017," kata Pompeo kepada audiensi 20 anggota parlemen dan rekan-rekannya.
"Ketika ada dorongan untuk mendorong, Anda telah membunuh warga Inggris karena kesepakatan yang dibuat," imbuhnya tanpa perincian lebih lanjut seperti dikutip dari The Guardian, Rabu (22/7/2020).
Pernyataan itu dilontarkan pada pertemuan yang diselenggarakan oleh lembaga thinktank Henry Jackson Society. Pompeo menanggapi pertanyaan dari Chris Bryant, salah satu dari dua anggota parlemen Buruh yang hadir dalam pertemuan yang didominasi oleh Konservatif, yang telah menantangnya atas keputusan pemerintahan Trump untuk keluar dari organisasi multilateral itu.
Lihat Juga :