2 Cara China Memperkuat Jaringan Intelijen, Salah Satunya Memanfaatkan Diaspora
Selasa, 16 Mei 2023 - 20:30 WIB
loading...
A
A
A
Selama ini, China memang selalu menggaungkan tentang kebangkitan kembali China sebagai bangsa, bukan hanya sebagai negara. Itu menunjukkan kesan bahwa Beijing berusaha menggalang dukungan diaspora China di seluruh dunia untuk mendukung kebangkitan China.
"China memperkuat dukungan di kalangan diaspora," kata analis RAND Corporation, Timothy R Heath.
Kenapa China mengandalkan diasporanya? Diaspora China kini mencapai 60 juta tersebar di seluruh dunia, di mana 70% berasal di Asia, khususnya Asia Tenggara. Pemerintah China menganggap diaspora tersebut sebagai warga CHina di luar negeri. Pada Februari 2017, Presiden Xi Jinping mengatakan perlunya persatuan bagi warga China di luar negeri untuk mewujudkan mimpi China. Bahkan, China menawarkan program tur berwisata kembali ke tanah leluhur bagi 400.000 diaspora China.
Seperti diakui oleh Teng Biao, aktivis hak asasi manusia dan profesor di Universitas Chicago, agen intelijen China kerap menyusup ke komunitas diaspora. "Banyak diaspora China di luar negeri umumnya memiliki keluarga yang masih tinggal di China. Kita khawatir tentang keselamatan mereka," kata Teng.
Biro Penyidik Federal (FBI) telah menyelidiki 2.000 insiden spionase China, peningkatan paling tajam dalam spionase ekonomi. Bahkan, FBI selalu membuka penyelidikan baru terkait spionase China setiap 10 jam.
Baca Juga: China Dituduh Curi Teknologi AS untuk Bikin Jet Tempur Siluman J-20
"China memperkuat dukungan di kalangan diaspora," kata analis RAND Corporation, Timothy R Heath.
Kenapa China mengandalkan diasporanya? Diaspora China kini mencapai 60 juta tersebar di seluruh dunia, di mana 70% berasal di Asia, khususnya Asia Tenggara. Pemerintah China menganggap diaspora tersebut sebagai warga CHina di luar negeri. Pada Februari 2017, Presiden Xi Jinping mengatakan perlunya persatuan bagi warga China di luar negeri untuk mewujudkan mimpi China. Bahkan, China menawarkan program tur berwisata kembali ke tanah leluhur bagi 400.000 diaspora China.
Seperti diakui oleh Teng Biao, aktivis hak asasi manusia dan profesor di Universitas Chicago, agen intelijen China kerap menyusup ke komunitas diaspora. "Banyak diaspora China di luar negeri umumnya memiliki keluarga yang masih tinggal di China. Kita khawatir tentang keselamatan mereka," kata Teng.
Biro Penyidik Federal (FBI) telah menyelidiki 2.000 insiden spionase China, peningkatan paling tajam dalam spionase ekonomi. Bahkan, FBI selalu membuka penyelidikan baru terkait spionase China setiap 10 jam.
Baca Juga: China Dituduh Curi Teknologi AS untuk Bikin Jet Tempur Siluman J-20
Lihat Juga :