Kisah Anak Autis Sering Dibully: IQ-nya Lebih Tinggi dari Einstein, Kuliah S2 di Usia 11 Tahun
Senin, 08 Mei 2023 - 11:47 WIB
loading...
A
A
A
Terapis langsung mengenali percikan kejeniusan dan memberitahu Center for Attention to Talent (CEDAT), sebuah sekolah untuk anak-anak berbakat.
Setelah tes awal dipastikan bahwa IQ-nya adalah 160. Itu lebih tinggi daripada Albert Einstein dan tokoh yang menginspirasinya, Stephen Hawking.
Dengan gelar sarjana dalam bidang teknik sistem dari Universitas CNCI, Marie Claire Mexico melaporkan bahwa anak pra-remaja tersebut sekarang sedang mempelajari program Magister matematika di Universitas Teknologi Meksiko.
Dia berbicara dengan Goalast dan mengatakan minatnya dalam perjalanan ruang angkasa setelah dijuluki "bintang" di konstelasi Canis Major. "Saya ingin pergi ke luar angkasa dan menjajah Mars," celetuknya.
"Jika Anda tidak suka di mana Anda berada, bayangkan di mana Anda ingin berada. Saya melihat diri saya di NASA, jadi patut dicoba," ujarnya."
Adhara berharap untuk belajar astrofisika di Universitas Arizona di mana dia sebelumnya ditawari beasiswa, yang ditangguhkan karena masalah dengan visanya.
Dia memberi tahu Marie Claire Mexico bahwa dia berharap untuk menyelesaikan tes G-nya pada usia 17 tahun yang akan memungkinkan dia untuk terbang melalui agen yang mendukung ilmuwan muda dan menjadi orang autis pertama yang terbang.
Setelah tes awal dipastikan bahwa IQ-nya adalah 160. Itu lebih tinggi daripada Albert Einstein dan tokoh yang menginspirasinya, Stephen Hawking.
Dengan gelar sarjana dalam bidang teknik sistem dari Universitas CNCI, Marie Claire Mexico melaporkan bahwa anak pra-remaja tersebut sekarang sedang mempelajari program Magister matematika di Universitas Teknologi Meksiko.
Dia berbicara dengan Goalast dan mengatakan minatnya dalam perjalanan ruang angkasa setelah dijuluki "bintang" di konstelasi Canis Major. "Saya ingin pergi ke luar angkasa dan menjajah Mars," celetuknya.
"Jika Anda tidak suka di mana Anda berada, bayangkan di mana Anda ingin berada. Saya melihat diri saya di NASA, jadi patut dicoba," ujarnya."
Adhara berharap untuk belajar astrofisika di Universitas Arizona di mana dia sebelumnya ditawari beasiswa, yang ditangguhkan karena masalah dengan visanya.
Dia memberi tahu Marie Claire Mexico bahwa dia berharap untuk menyelesaikan tes G-nya pada usia 17 tahun yang akan memungkinkan dia untuk terbang melalui agen yang mendukung ilmuwan muda dan menjadi orang autis pertama yang terbang.
(mas)
Lihat Juga :