4 Negara Luar Jazirah Arab yang Memiliki Banyak Warga Keturunan Arab, Amerika Latin Terbanyak

Jum'at, 05 Mei 2023 - 13:44 WIB
loading...
4 Negara Luar Jazirah...
Sejumlah negara di luar Jazirah Arab diketahui memiliki banyak warga keturunan Arab. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Terdapat sejumlah negara di luar Jazirah Arab yang memiliki banyak warga keturunan Arab. Salah satu di antaranya adalah Brazil yang berada di kawasan Amerika Latin.

Melihat sejarahnya, para keturunan Arab ini dulunya bermigrasi ke negara-negara lain dengan alasan yang beragam. Dari mencari tempat aman karena negaranya dilanda perang, hingga mencari kesempatan ekonomi yang lebih besar. Berikut beberapa di antaranya.

Negara di Luar Jazirah Arab yang Mempunyai Banyak Warga Keturunan Arab

1. Brazil

Diaspora Arab di Amerika Latin kerap disebut sebagai yang terbesar di dunia. Mengutip laman Middle East Monitor, Jumat (5/5/2023), para imigran dari Arab ini diperkirakan telah datang sejak abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Adapun untuk asalnya sendiri, mereka kebanyakan datang dari kawasan Levant seperti Lebanon, Palestina, hingga Suriah. Menurut laporan International Organization for Migration, diperkirakan terdapat 13 juta orang keturunan Arab yang tinggal di Brazil pada tahun 2020.

Angka tersebut menjadikan Brazil sebagai salah satu negara di luar Jazirah Arab yang memiliki warga keturunan Arab terbanyak.

2. Turki

Memiliki mayoritas agama yang sama (Islam), tak mengherankan apabila terdapat banyak keturunan Arab yang hidup di Turki. Mengutip Al Jazeera, Ankara punya sejarah panjang dalam menyambut para pengungsi Arab.

Selama Perang Dunia II, tercatat hampir dua juta orang Arab dan Mesopotamia yang menetap di Turki. Setelahnya, terdapat juga arus besar lain yang masuk selama perang Iran-Irak (1980-an) hingga invasi AS ke Irak (2003).

Pada tahun 2011 silam, perkiraan jumlah orang Arab yang tinggal di Turki mencapai 1 hingga 2 juta lebih jiwa. Saat itu, mereka kebanyakan berada di provinsi Sanliurfa, Hatay, Kilis, dan lainnya.

Namun, seiring waktu angka tersebut diperkirakan telah mengalami kenaikan yang signifikan. Terlebih pasca masuknya para pengungsi dari Suriah yang berjumlah ratusan ribu orang.

Tercatat, jumlah pengungsi yang telah masuk Arab di tahun 2016 mencapai 2,6 juta jiwa. Sehingga diperkirakan saat itu total warga keturunan Arab di Turki telah menyentuh angka mendekati 5 juta orang.

3. Amerika Serikat

Berikutnya adalah Amerika Serikat. Meski tak sebanyak Brazil ataupun Turki, namun tetap saja angkanya terbilang besar.

Mengutip laman US Embassy & Consulates, American Community Survey memperkirakan bahwa terdapat 2,1 juta warga Amerika Serikat yang berstatus keturunan Arab pada tahun 2019 lalu.

Melihat jumlahnya, mereka berasal dari negara seperti Lebanon, Yaman, Aljazair, Arab Saudi, Kuwait, dan lainnya.

Data tersebut relevan dengan laporan Statista tahun 2019. Dengan perkiraan kurang dari 2,1 juta keturunan Arab, populasi terbesarnya berada di California, Michigan, hingga New York.

4. Argentina

Selain Brazil, Argentina menjadi negara di kawasan Amerika Latin yang banyak memiliki warga keturunan Arab. Serupa dengan tetangganya tersebut, kebanyakan dari keturunan ini dulunya berasal dari para imigran yang melakukan diaspora.

Mengutip laman Atlanta Council, sampai tahun 2021 lalu diperkirakan terdapat 4,5 juta imigran Arab yang telah diterima Argentina. Hal ini menjadi kedua terbesar di Amerika Latin setelah Brazil.

Sementara itu, di bawahnya masing-masing menyusul negara seperti Venezuela, Meksiko, Kolombia, hingga Chile.

Demikian sejumlah negara di luar Jazirah Arab yang memiliki banyak warga keturunan Arab. Namun, perlu dicatat bahwa daftar di atas hanyalah beberapa saja.

Selain keempat nama tersebut, sejatinya masih terdapat sejumlah negara lain yang memiliki warga keturunan Arab banyak. Hanya saja, untuk informasinya sendiri masih sangat terbatas.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Momen Terakhir Wanita...
Momen Terakhir Wanita Tewas dalam Bungee Jumping 39 Meter: 'Bernapas Terengah-engah'
2 Helikopter Tabrakan...
2 Helikopter Tabrakan di Rio de Janeiro Tewaskan 6 Orang, Termasuk Penyanyi Oliver Tree
Perempuan Cantik Ini...
Perempuan Cantik Ini Tewas dalam Atraksi Lompat Jembatan 30 Meter karena Petugas Lupa Pasang Tali Pengaman
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Wardatina Mawa Dikabarkan...
Wardatina Mawa Dikabarkan Dilamar Pria Turki, Begini Klarifikasi Lengkapnya
AS: Selat Hormuz Terbuka...
AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Diisukan Akan Mundur, Ini Kata Trump
Rekomendasi
Menkes: Korban Penyekapan...
Menkes: Korban Penyekapan dan Penganiayaan Brutal Pacar selama 3 Tahun Bakal Jalani Rekonstruksi Wajah
Amalan Hari Asyura 10...
Amalan Hari Asyura 10 Muharram: Puasa Asyura, Sedekah, dan Meluaskan Rezeki Keluarga
18 Gol, 6 Piala Dunia:...
18 Gol, 6 Piala Dunia: Messi Bikin Klose Angkat Topi
Berita Terkini
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Dosen Ini Donorkan Organnya...
Dosen Ini Donorkan Organnya untuk Selamatkan 5 Orang, Staf RS Berbaris Beri Penghormatan Terakhir
Siapa Andy Burnham?...
Siapa Andy Burnham? Kandidat Kuat PM Inggris yang Suka Bermain Bola
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Gelombang Panas Sengat...
Gelombang Panas Sengat Eropa, 18 Orang Tewas di Prancis
Infografis
4 Kesepakatan Bersejarah...
4 Kesepakatan Bersejarah Amerika Serikat-Arab Saudi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved