Sekte Mati Kelaparan untuk Bertemu Yesus Renggut 110 Orang, 2 Pendeta Diadili
Selasa, 02 Mei 2023 - 09:32 WIB
loading...
A
A
A
Pendeta kedua, Yehezkiel Odero, seorang tele-evangelist yang kaya dan terkenal, dijadwalkan akan diadili di kota Mombasa setelah penangkapannya di Malindi pada hari Kamis pekan lalu.
Odero diduga melakukan pembunuhan, membantu bunuh diri, penculikan, radikalisasi, kejahatan terhadap kemanusiaan, kekejaman terhadap anak, penipuan dan pencucian uang.
Jaksa berusaha untuk menahannya selama 30 hari lagi, merujuk pada informasi yang kredibel yang menghubungkan mayat-mayat yang digali di Shakahola dengan kematian beberapa pengikut yang tidak bersalah dan rentan dari Odero's New Life Prayer Central and Church.
Mackenzie Nthenge mengumpulkan kawanannya di hutan di mana sekitar 30 kuburan massal ditemukan berisi lebih dari 100 mayat, kebanyakan anak-anak.
Mackenzie Nthenge, yang menyerahkan diri pada 14 April setelah polisi pertama kali memasuki hutan untuk mendapatkan informasi, diadili bersama 13 orang lainnya dengan tuduhan pembunuhan, penculikan, kekejaman terhadap anak-anak dan kejahatan lainnya sebagaimana tercantum dokumen pengadilan yang dilihat oleh AFP.
"Odero dan Nthenge berbagi sejarah investasi bisnis termasuk stasiun televisi yang digunakan untuk menyampaikan pesan radikal kepada pengikutnya," bunyi dokumen pengadilan.
Odero diduga melakukan pembunuhan, membantu bunuh diri, penculikan, radikalisasi, kejahatan terhadap kemanusiaan, kekejaman terhadap anak, penipuan dan pencucian uang.
Jaksa berusaha untuk menahannya selama 30 hari lagi, merujuk pada informasi yang kredibel yang menghubungkan mayat-mayat yang digali di Shakahola dengan kematian beberapa pengikut yang tidak bersalah dan rentan dari Odero's New Life Prayer Central and Church.
Mackenzie Nthenge mengumpulkan kawanannya di hutan di mana sekitar 30 kuburan massal ditemukan berisi lebih dari 100 mayat, kebanyakan anak-anak.
Mackenzie Nthenge, yang menyerahkan diri pada 14 April setelah polisi pertama kali memasuki hutan untuk mendapatkan informasi, diadili bersama 13 orang lainnya dengan tuduhan pembunuhan, penculikan, kekejaman terhadap anak-anak dan kejahatan lainnya sebagaimana tercantum dokumen pengadilan yang dilihat oleh AFP.
"Odero dan Nthenge berbagi sejarah investasi bisnis termasuk stasiun televisi yang digunakan untuk menyampaikan pesan radikal kepada pengikutnya," bunyi dokumen pengadilan.
Lihat Juga :