Ketika Amerika Ketakutan AI Digunakan untuk Luncurkan Serangan Nuklir
Sabtu, 29 April 2023 - 13:48 WIB
loading...
Amerika Serikat ketakutan jika AI digunakan untuk meluncurkan serangan nuklir secara mandiri. Foto/National Interest
A
A
A
WASHINGTON - Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) atau Pentagon sejak awal telah melarang artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan digunakan untuk meluncurkan senjata nuklir secara mandiri. Itu karena ketakutan bahwa AI dikendalikan oleh sejumlah besar pihak yang berpotensi sebagai ancaman.
Larangan departemen tersebut rupanya belum meredam ketakutan Amerika. Kini, sekelompok anggota Parlemen bipartisan telah memutuskan untuk memastikan penggunaan AI untuk meluncurkan serangan nuklir secara mandiri benar-benar tidak bisa.
Senator Edward Markey (Partai Demokrat) dan para Anggota Parlemen Ted Lieu (Partai Demokrat), Don Beyer (Partai Demokrat), dan Ken Buck (Partai Republik) telah memperkenalkan rancangan undang-undang (RUU) "Block Nuclear Launch by Autonomous AI Act".
Baca Juga: Rusia Peringatkan Barat: Jangan Uji Kesabaran Kami soal Eskalasi Nuklir!
RUU itu akan melarang penggunaan dana Federal untuk meluncurkan senjata nuklir menggunakan sistem senjata otonom yang tidak tunduk pada kendali manusia.
Larangan departemen tersebut rupanya belum meredam ketakutan Amerika. Kini, sekelompok anggota Parlemen bipartisan telah memutuskan untuk memastikan penggunaan AI untuk meluncurkan serangan nuklir secara mandiri benar-benar tidak bisa.
Senator Edward Markey (Partai Demokrat) dan para Anggota Parlemen Ted Lieu (Partai Demokrat), Don Beyer (Partai Demokrat), dan Ken Buck (Partai Republik) telah memperkenalkan rancangan undang-undang (RUU) "Block Nuclear Launch by Autonomous AI Act".
Baca Juga: Rusia Peringatkan Barat: Jangan Uji Kesabaran Kami soal Eskalasi Nuklir!
RUU itu akan melarang penggunaan dana Federal untuk meluncurkan senjata nuklir menggunakan sistem senjata otonom yang tidak tunduk pada kendali manusia.
Lihat Juga :