Putra Mahkota Iran yang Diasingkan Akan Kunjungi Israel untuk Pertama Kalinya
Senin, 17 April 2023 - 11:19 WIB
loading...
A
A
A
“Putra mahkota melambangkan kepemimpinan yang berbeda dari rezim Ayatollah, dan memimpin nilai-nilai perdamaian dan toleransi, berbeda dengan ekstremis yang memerintah Iran,” katanya, seperti dikutip AP.
Pahlavi meninggalkan Iran pada usia 17 tahun untuk sekolah penerbangan militer di AS, tepat sebelum ayahnya yang terkena kanker; Mohammad Reza Pahlavi, meninggalkan takhta untuk diasingkan.
Revolusi menyusul, dengan pembentukan Republik Islam, pengambilalihan Kedutaan Besar AS di Teheran dan penyingkiran sisa-sisa monarki yang didukung Amerika.
Pahlavi, yang masih tinggal di AS, menyerukan revolusi damai yang akan menggantikan pemerintahan ulama dengan monarki parlementer, mengabadikan hak asasi manusia (HAM), dan memodernisasi ekonomi yang dikelola negara.
Apakah dia dapat menggembleng dukungan untuk kembali berkuasa tidak diketahui.
Ayahnya memerintah dengan boros dan represif dan mendapat keuntungan dari kudeta yang didukung CIA pada tahun 1953.
Mendiang Syah juga memiliki hubungan diplomatik dan militer yang erat dengan Israel.
Pahlavi meninggalkan Iran pada usia 17 tahun untuk sekolah penerbangan militer di AS, tepat sebelum ayahnya yang terkena kanker; Mohammad Reza Pahlavi, meninggalkan takhta untuk diasingkan.
Revolusi menyusul, dengan pembentukan Republik Islam, pengambilalihan Kedutaan Besar AS di Teheran dan penyingkiran sisa-sisa monarki yang didukung Amerika.
Pahlavi, yang masih tinggal di AS, menyerukan revolusi damai yang akan menggantikan pemerintahan ulama dengan monarki parlementer, mengabadikan hak asasi manusia (HAM), dan memodernisasi ekonomi yang dikelola negara.
Apakah dia dapat menggembleng dukungan untuk kembali berkuasa tidak diketahui.
Ayahnya memerintah dengan boros dan represif dan mendapat keuntungan dari kudeta yang didukung CIA pada tahun 1953.
Mendiang Syah juga memiliki hubungan diplomatik dan militer yang erat dengan Israel.
Lihat Juga :