Seteru Memanas, AS dan China Saling Kerahkan Kapal Induk ke Dekat Taiwan

Kamis, 06 April 2023 - 20:43 WIB
loading...
A A A
Mengutip Undang-Undang Anti-Pemisahan, NPC mengatakan setiap upaya untuk merusak reunifikasi ibu pertiwi pada akhirnya akan dihukum oleh hukum.

Kantor Urusan Taiwan China mengatakan upaya oleh pasukan kemerdekaan Taiwan akan hancur berkeping-keping.

Analis militer mengatakan latihan militer pertama kapal induk Shandong di Pasifik Barat ditujukan untuk meningkatkan kemampuan tempur.

“Latihan kapal induk Shandong di Pasifik Barat sesuai rencana karena tidak bisa hanya melakukan latihan di dekat perairan pantai,” kata mantan instruktur PLA, Song Zhongping.

“Itu normal, dan di masa depan tidak dapat dikesampingkan bahwa Shandong akan bergabung dengan kapal induk Liaoning di Pasifik Barat untuk latihan membangun pasukan tempur gabungan,” ujarnya.

“Penting juga untuk mencegah kapal dan pesawat di Taiwan terbang dan berlayar ke negara dan wilayah lain. Oleh karena itu, penyebaran kapal induk di dekat Taiwan memiliki latar belakang taktis yang kuat dari nilai tempur, dan juga merupakan tanggapan atas pertemuan McCarthy dengan pemimpin Taiwan."

Li Jie, seorang spesialis militer yang berbasis di Beijing, mengatakan kapal induk dapat memiliki peran untuk merebut supremasi udara dan memblokade setiap kemungkinan aksi militer terhadap pulau itu.

“Itu bisa menyerang dan memblokade target Taiwan, mencegah target itu lari ke selatan pulau. Itu juga bisa menolak campur tangan AS, serta mencegah dukungan untuk pulau itu seperti pangkalan militer di Filipina,” kata Li.

Pengerahan kapal induk Shandong mengikuti pengumuman Administrasi Keselamatan Maritim Fujian pada hari Rabu bahwa operasi pelayaran dan patroli bersama sedang berlangsung di bagian utara dan tengah Selat Taiwan.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
14 Poin Perdamaian Iran...
14 Poin Perdamaian Iran dan AS, Ada Dana Rekonstruksi Senilai Rp5.316 Triliun yang Dibayar Negara-negara Arab
Trump Marahi Netanyahu:...
Trump Marahi Netanyahu: 'Mengapa Harus Lakukan Serangan Sialan Itu?'
Pesawat Terjun Payung...
Pesawat Terjun Payung Jatuh di AS, 12 Orang Tewas
Eks PM Israel Serukan...
Eks PM Israel Serukan Netanyahu Digulingkan dengan Tongkat dan Batu
Militer Iran: AS dan...
Militer Iran: AS dan Israel Tak Punya Pilihan Selain Kalah dan Menyerah!
Pejabat Israel Geram...
Pejabat Israel Geram atas Kesepakatan AS-Iran: 'Trump Telah Khianati Kami!'
Kapten Iran: Perang...
Kapten Iran: Perang Merampas Euforia Piala Dunia 2026
Ayatollah Ali Khamenei...
Ayatollah Ali Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
Putin Akui Ekonomi Rusia...
Putin Akui Ekonomi Rusia Hancur akibat Serangan Ukraina: Tapi Kami Cepat Pulih
Rekomendasi
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Bengkak Tembus Rp7.795 Triliun
Mengenal William Adi,...
Mengenal William Adi, Kreator Konten yang Konsisten Edukasi Skincare dan Kesehatan Kulit
Prabowo Sebut Indonesia-Jerman...
Prabowo Sebut Indonesia-Jerman Sepakat Konflik Harus Diselesaikan lewat Perundingan
Berita Terkini
14 Poin Perdamaian Iran...
14 Poin Perdamaian Iran dan AS, Ada Dana Rekonstruksi Senilai Rp5.316 Triliun yang Dibayar Negara-negara Arab
4 Respons Cepat Akibat...
4 Respons Cepat Akibat Perang Iran dan AS Berakhir, Pasar Saham Bergairah dan Harga Minyak Turun
Trump Marahi Netanyahu:...
Trump Marahi Netanyahu: 'Mengapa Harus Lakukan Serangan Sialan Itu?'
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Pesawat Terjun Payung...
Pesawat Terjun Payung Jatuh di AS, 12 Orang Tewas
Misteri Freya, Model...
Misteri Freya, Model Erotis Ukraina yang Diduga Ledakkan Pipa Nord Stream Rusia
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved