Serang Final Bola Palestina Tak Dihukum FIFA, Qatar Sindir Israel Istimewa
Senin, 03 April 2023 - 11:40 WIB
loading...
A
A
A
Serangan itu menunda pertandingan, yang diakhiri dengan kemenangan 1-0 untuk Jabal Al-Mukaber.
Tidak ada korban yang dikonfirmasi, meskipun puluhan warga Palestina lemas akibat menghirup gas air mata.
Asosiasi Sepak Bola Palestina (PFA) mengatakan dalam sebuah pernyataan; “Itu seharusnya menjadi perayaan. Itu dimaksudkan sebagai tanda seru pada musim yang telah dipadatkan untuk memberi waktu yang cukup bagi tim nasional untuk mempersiapkan diri menghadapi putaran final Piala Asia AFC 2023.”
“Ini adalah serangan yang sama sekali tidak beralasan, dan pasukan Israel tidak ditugaskan untuk menjaga ketertiban di dalam, atau di sekitar stadion. Secara kebetulan, hanya tiga orang yang terluka—seandainya stadion hampir penuh, ini bisa mengakibatkan kematian puluhan suporter,” imbuh pernyataan PFA.
“Para pemain, penggemar, dan administrator sama-sama ingin tahu apa yang akan dilakukan FIFA dalam menanggapi tidak hanya serangan ini, tetapi sehubungan dengan pembunuhan penyerang top Thaqafi Tulkarem Ahmad Draghmeh pada bulan Desember,” imbuh PFA, seperti dikutip Wafa, Senin (3/4/2023).
Tidak ada korban yang dikonfirmasi, meskipun puluhan warga Palestina lemas akibat menghirup gas air mata.
Asosiasi Sepak Bola Palestina (PFA) mengatakan dalam sebuah pernyataan; “Itu seharusnya menjadi perayaan. Itu dimaksudkan sebagai tanda seru pada musim yang telah dipadatkan untuk memberi waktu yang cukup bagi tim nasional untuk mempersiapkan diri menghadapi putaran final Piala Asia AFC 2023.”
“Ini adalah serangan yang sama sekali tidak beralasan, dan pasukan Israel tidak ditugaskan untuk menjaga ketertiban di dalam, atau di sekitar stadion. Secara kebetulan, hanya tiga orang yang terluka—seandainya stadion hampir penuh, ini bisa mengakibatkan kematian puluhan suporter,” imbuh pernyataan PFA.
“Para pemain, penggemar, dan administrator sama-sama ingin tahu apa yang akan dilakukan FIFA dalam menanggapi tidak hanya serangan ini, tetapi sehubungan dengan pembunuhan penyerang top Thaqafi Tulkarem Ahmad Draghmeh pada bulan Desember,” imbuh PFA, seperti dikutip Wafa, Senin (3/4/2023).
(mas)
Lihat Juga :