Humza Yousaf Jadi Pemimpin Pertama Skotlandia yang Beragama Islam

Selasa, 28 Maret 2023 - 22:22 WIB
loading...
Humza Yousaf Jadi Pemimpin...
Humza Yousaf terpilih sebagai pemimpin pertama Skotlandia yang beragama Islam. Foto/REUTERS/Russell Cheyne
A A A
EDINBURGH - Humza Yousaf, seorang politisi muslim, telah terpilih sebagai pemimpin Skotlandia . Parlemen setempat dijadwalkan akan mengukuhkannya sebagai Menteri Pertama yang baru pada Selasa (28/3/2023).

Yousaf menjadi pemimpin pertama Skotlandia yang bergama Islam setelah dia memenangkan pemilihan untuk menggantikan Nicola Sturgeon sebagai pemimpin Partai Nasional Skotlandia (SNP).

Yousaf mengalahkan dua pesaingnya di SNP pada hari Senin untuk merebut posisi puncak partai, bersumpah untuk meremajakan kebijakan khasnya untuk mengejar kemerdekaan Skotlandia yang terhenti dalam beberapa bulan terakhir.

Selain menjadi pemimpin muslim pertama Skotlandia, politisi 37 tahun itu juga tercatat Menteri Pertama termuda sejak devolusi membentuk Parlemen Skotlandia pada 1999.

Baca Juga: Nicola Sturgeon Mengundurkan Diri sebagai Menteri Pertama Skotlandia

"Kita semua harus bangga dengan kenyataan bahwa hari ini kami telah mengirimkan pesan yang jelas bahwa warna kulit Anda, atau keyakinan Anda, bukanlah penghalang untuk memimpin negara yang kita semua sebut sebagai rumah," kata Yousaf setelah memenangkan pemilihan kepemimpinan SNP.

Menjanjikan untuk menjadi pemimpin untuk seluruh Skotlandia, dia berjanji untuk memulai gerakan sipil. "Yang akan memastikan dorongan kita untuk kemerdekaan berada di gigi kelima," ujarnya.

"Kami akan menjadi generasi yang memberikan kemerdekaan bagi Skotlandia," katanya dalam pidato kemenangannya, seperti dikutip AFP.

Anggota Parlemen Skotlandia (MSP) memberikan suara untuk mengonfirmasi Menteri Pertama yang baru saat makan siang, dengan Yousaf dipastikan menggantikan Sturgeon mengingat SNP adalah partai terbesar.

Dia kemudian akan dilantik pada sebuah upacara pada hari Rabu (29/3/2023) besok.

Pergeseran seismik dalam politik Skotlandia mengikuti pengumuman pengunduran diri Sturgeon yang mengejutkan bulan lalu setelah lebih dari delapan tahun memimpin.

Wanita berusia 52 tahun itu mengatakan dia berhenti karena dia merasa tidak mampu memberikan "setiap ons energi" untuk pekerjaan itu.

Tapi itu terjadi setelah masa sulit bagi pemerintahannya, di mana dukungan untuk kemerdekaan Skotlandia merosot.

Survei terbaru menunjukkan bahwa sekitar 45 persen orang Skotlandia mendukung Skotlandia meninggalkan Inggris—penghitungan yang sama dicatat dalam referendum 2014 yang menurut London akan menyelesaikan masalah ini selama satu generasi.

Yousaf mengatakan pada hari Senin bahwa dia akan melanjutkan kebijakan Sturgeon untuk mendorong pemerintah Konservatif di sana untuk mengizinkan pemungutan suara lagi.

Itu segera ditegur di London, di mana juru bicara Perdana Menteri Rishi Sunak mengatakan kepada wartawan bahwa pemimpin SNP yang baru harus fokus pada masalah ekonomi dan kebijakan yang penting bagi pemilih Skotlandia.

"Itulah yang menjadi fokus pemerintah (Inggris)," kata juru bicara Sunak.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mahathir Mohamad Genap...
Mahathir Mohamad Genap 101 Tahun, Dokter yang Sulap Wajah Malaysia Modern
Venezuela Memohon kepada...
Venezuela Memohon kepada Raja Charles: Serahkan 31 Ton Emas yang Ditahan Inggris
Ini 10 Negara yang Melarang...
Ini 10 Negara yang Melarang Masuk 2 Menteri Ekstremis Israel Ben-Gvir dan Smotrich
Pesawat Rusia Dekati...
Pesawat Rusia Dekati Kapal Induk Inggris, 2 Jet Tempur Siluman F-35 London Beraksi
5 Pemimpin Muslim yang...
5 Pemimpin Muslim yang Jenazahnya Diawetkan sebelum Dimakamkan, Ali Khamenei Paling Lama
Jalanan di Inggris Meleleh...
Jalanan di Inggris Meleleh pada Suhu 45 Derajat Celsius, Ini 3 Alasannya
4 Amalan Hari Jumat...
4 Amalan Hari Jumat yang Jarang Diketahui, Pahalanya Dahsyat!
Usai Serangan Udara...
Usai Serangan Udara AS, Presiden Iran Masoud Pezeshkian Tinggalkan Irak Kembali ke Teheran
Seret Jenderal Israel...
Seret Jenderal Israel ke Pengadilan, Spanyol Koordinasi dengan Pengadilan Kriminal Internasional
Rekomendasi
Peningkatan Kualitas...
Peningkatan Kualitas SDM Jadi Syarat Pembangunan Jakarta Menuju Kota Global
Jalur Mandiri Ujian...
Jalur Mandiri Ujian Tulis UNJ 2026 Masih Buka Pendaftaran, Simak Persyaratannya
Hadir dan Sapa Masyarakat...
Hadir dan Sapa Masyarakat Batam, ACC Carnival Tebar Promo Menarik
Berita Terkini
AS dan Iran Akan Kembali...
AS dan Iran Akan Kembali ke Meja Perundingan, tapi Trump punya 1 Syarat, Apa Itu?
Iran Ungkap Kelompok...
Iran Ungkap Kelompok Garis Keras yang Sesat Tembaki Kapal untuk Rusak Negosiasi dengan AS
Trump Ungkap 1.000 Rudal...
Trump Ungkap 1.000 Rudal Diarahkan ke Iran Jika Dia Dibunuh
Rusia Terbuka Jika Turki...
Rusia Terbuka Jika Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA
Iran Tegaskan Siap untuk...
Iran Tegaskan Siap untuk Pertahanan Skala Penuh, Trump Sebut Gencatan Senjata Berakhir
Bicara dengan Presiden...
Bicara dengan Presiden Iran, PM Pakistan Desak AS dan Iran Komitmen pada Pakta Perdamaian
Infografis
Profil Andi Saputra,...
Profil Andi Saputra, Hakim Ad Hoc Tipikor yang Sampaikan Dissenting Opinion Vonis Nadiem
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved