Disangka Hujan, Ternyata Kawanan Semut Terbang Seluas 50 Mil!

Minggu, 19 Juli 2020 - 10:19 WIB
loading...
Disangka Hujan, Ternyata...
Kawanan semut terbang seluas 50 mil dibaca radar cuaca Inggris sebagai cuaca hujan. Foto/The Guardian
A A A
LONDON - Kantor Meteorologi Inggris membagikan citra radar yang menunjukkan kawanan semut terbang di bagian tenggara. Namun keberadaan gerombolan hewan yang termasuk kelompok serangga itu dibaca oleh radar sebagai cuaca hujan.

"Tidak hujan di London, Kent atau Sussex, tetapi radar kami mengatakan sebaliknya," tulis badan cuaca itu dalam sebuah tweet, seperti dikutip dari CNN, Minggu (19/7/2020).

Itu tampak seperti hujan di radar, tetapi seorang ahli meteorologi dengan badan cuaca negara itu mengatakan itu "kering, panas dan cerah" pada saat itu. Kawanan itu terlihat di radar selama sekitar dua jam pada hari Jumat pagi.(Baca: British Airways Pensiunkan Seluruh Armada 747 Akibat Krisis Covid-19 )

"Satelit cuaca tidak menunjukkan cukup awan untuk menghasilkan hujan di daerah itu," katanya.

Mereka mencurigai serangga karena partikelnya tidak terlihat seperti tetesan hujan dan lebih panjang daripada lebarnya - seperti serangga.

Dugaan mereka dikonfirmasi ketika orang-orang di daerah itu mulai memposting tentang kawanan semut terbang tersebut dengan tagar #flyingants dan #flyingantday.(Baca: Lawan China, Inggris Bakal Kerahkan Kapal Induk dengan Jet F-35 )

"Ada juga laporan di sepanjang bagian timur negara itu yang tidak muncul di radar," katanya.

Migrasi semut telah menjadi tradisi musim panas di Inggris dan banyak orang menyebut penampilan tahunan mereka sebagai Hari Semut Terbang.

Fenomena ini terjadi ketika semut ratu muda, diikuti oleh jantan, meninggalkan sarangnya untuk berkembang biak dan memulai koloni baru. Menurut Royal Society of Biology (RSB) kondisi cuaca harus tepat, itulah sebabnya begitu banyak semut memilih lepas landas pada saat yang sama.

Menurut RSB mereka mungkin mengganggu, tetapi semut juga baik untuk lingkungan. Mereka meningkatkan kesuburan tanah dan menganginkan tanah sehingga lebih banyak air, oksigen dan nutrisi dapat mencapai akar tanaman dan berakhir sebagai makanan untuk burung dan predator lainnya.

Semut tidak berbahaya, jadi RSB menyarankan untuk mengabaikan mereka sampai mereka terbang sendiri.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Keir Starmer, PM yang...
Keir Starmer, PM yang Baik, tapi Kenapa Dibenci?
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Mundur, Krisis Politik Berlanjut
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Raja Charles Inggris...
Raja Charles Inggris Akan Ungkap Tagihan Pajak Pribadinya, Berapa Besar?
Belajar dari Inggris,...
Belajar dari Inggris, Tembakau Alternatif Bisa Hentikan Kebiasaan Merokok
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
PM Belanda Rob Jetten...
PM Belanda Rob Jetten Minta Maaf kepada Tentara Maluku
Rekomendasi
10 Fakta Menarik Argentina...
10 Fakta Menarik Argentina Kalahkan Austria di Piala Dunia 2026: Messi Alien!
Messi Menyala! Argentina...
Messi Menyala! Argentina Tundukkan Austria 2-0
Unpad Umumkan Hasil...
Unpad Umumkan Hasil SMUP 2026 Hari Ini, Cek Info Registrasi hingga UKT
Berita Terkini
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Keir Starmer, PM yang...
Keir Starmer, PM yang Baik, tapi Kenapa Dibenci?
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
5 Poin Penting Perundingan...
5 Poin Penting Perundingan Damai Iran-AS Putaran Pertama, dari Pencairan Aset hingga Lebanon
Menteri Zionis Tolak...
Menteri Zionis Tolak Gencatan Senjata: Lebanon Seharusnya Jadi Arena Bermain Israel
Infografis
Rp708 Juta per Jam,...
Rp708 Juta per Jam, Biaya Operasional F-35 Israel Sekali Terbang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved