Israel Ingkar Janji, 1.000 Rumah bagi Pemukim Yahudi Akan Dibangun di Tepi Barat
Minggu, 26 Maret 2023 - 15:00 WIB
loading...
A
A
A
Kelompok itu menuduh pemerintah Netanyahu "menginjak-injak kemungkinan perjanjian politik di masa depan, dan hubungan Israel dengan Amerika Serikat dan negara-negara sahabat."
Baca juga: Polisi Israel Waspadai Salat Jumat Pertama Bulan Ramadan di Yerusalem
Menurut Israel Peace Now, pemerintahan Netanyahu telah mengeluarkan tender untuk membangun 1.029 rumah di wilayah Palestina. Otoritas Pertanahan Israel menerbitkan tender awal pekan ini untuk pembangunan 940 rumah di wilayah Tepi Barat Efrat dan Beitar Illit, bersama dengan 89 rumah di pemukiman Gilo, yang terletak di atas garis tahun 1967 di tepi selatan ibu kota yang diperebutkan, Yerusalem.
Permukiman besar Efrat terletak jauh di Tepi Barat, dekat kota Palestina Bethlehem. Warga Palestina melihat tanah ini, yang direbut oleh Israel dalam perang 1967, sebagai bagian dari negara merdeka di masa depan bersama Israel—tujuan internasional yang sudah lama ada.
"Pemerintah sayap kanan paling ekstrem dalam sejarah Israel tidak hanya menginjak-injak demokrasi, tetapi juga kemungkinan kesepakatan politik di masa depan, dan hubungan kita dengan Amerika Serikat dan negara-negara sahabat," sebut pernyataan Israel Peace Now, seperti dikutip dari Arab News.
Baca juga: Polisi Israel Waspadai Salat Jumat Pertama Bulan Ramadan di Yerusalem
Menurut Israel Peace Now, pemerintahan Netanyahu telah mengeluarkan tender untuk membangun 1.029 rumah di wilayah Palestina. Otoritas Pertanahan Israel menerbitkan tender awal pekan ini untuk pembangunan 940 rumah di wilayah Tepi Barat Efrat dan Beitar Illit, bersama dengan 89 rumah di pemukiman Gilo, yang terletak di atas garis tahun 1967 di tepi selatan ibu kota yang diperebutkan, Yerusalem.
Permukiman besar Efrat terletak jauh di Tepi Barat, dekat kota Palestina Bethlehem. Warga Palestina melihat tanah ini, yang direbut oleh Israel dalam perang 1967, sebagai bagian dari negara merdeka di masa depan bersama Israel—tujuan internasional yang sudah lama ada.
"Pemerintah sayap kanan paling ekstrem dalam sejarah Israel tidak hanya menginjak-injak demokrasi, tetapi juga kemungkinan kesepakatan politik di masa depan, dan hubungan kita dengan Amerika Serikat dan negara-negara sahabat," sebut pernyataan Israel Peace Now, seperti dikutip dari Arab News.
Lihat Juga :