Israel Disebut akan Serang Iran Jika Tingkat Pengayaan Uranium Melebihi 60%
Kamis, 23 Maret 2023 - 15:07 WIB
loading...
Jet A-4 Angkatan Udara Israel terlihat di latar belakang saat personel menyiapkan jet tempur F-16 di pangkalan udara Hatzerim, Israel selatan. Foto/REUTERS
A
A
A
TEL AVIV - Pemerintah Israel dilaporkan mengatakan kepada Amerika Serikat (AS) dan sejumlah negara Eropa bahwa mereka dapat melancarkan serangan militer terhadap Iran jika Teheran melebihi tingkat pengayaan uranium 60%.
Mengutip pejabat senior Israel, media AS melaporkan pada Rabu (22/3/2023) bahwa Israel tidak ingin menetapkan pengayaan 90% sebagai "garis merah" karena Iran mungkin mulai memperkaya dan menimbun uranium pada tingkat yang sedikit di bawah yang diperlukan untuk memproduksi senjata nuklir.
"Orang-orang Iran benar-benar menginternalisasi posisi kami dan mereka tahu apa garis (merah) kami," ungkap pejabat itu, seperti dikutip outlet tersebut.
Lebih lanjut dilaporkan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu meminta Menteri Pertahanan (Menhan) AS Lloyd Austin untuk mempercepat pengiriman pesawat pengisian bahan bakar Boeing KC-46 dan pesawat angkut militer strategis, yang dibeli Tel Aviv tahun lalu, untuk mempersiapkan kemungkinan aksi militer terhadap Iran.
Baca juga: Kapal Perang AS Dekati Pulau Sengketa Laut China Selatan, Beijing Keluarkan Peringatan
Mengutip pejabat senior Israel, media AS melaporkan pada Rabu (22/3/2023) bahwa Israel tidak ingin menetapkan pengayaan 90% sebagai "garis merah" karena Iran mungkin mulai memperkaya dan menimbun uranium pada tingkat yang sedikit di bawah yang diperlukan untuk memproduksi senjata nuklir.
"Orang-orang Iran benar-benar menginternalisasi posisi kami dan mereka tahu apa garis (merah) kami," ungkap pejabat itu, seperti dikutip outlet tersebut.
Lebih lanjut dilaporkan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu meminta Menteri Pertahanan (Menhan) AS Lloyd Austin untuk mempercepat pengiriman pesawat pengisian bahan bakar Boeing KC-46 dan pesawat angkut militer strategis, yang dibeli Tel Aviv tahun lalu, untuk mempersiapkan kemungkinan aksi militer terhadap Iran.
Baca juga: Kapal Perang AS Dekati Pulau Sengketa Laut China Selatan, Beijing Keluarkan Peringatan
Lihat Juga :