Jatuhkan Drone MQ-9 Reaper Amerika, Su-27 Adalah Jet Tempur Rusia Rasa F-15 AS
Senin, 20 Maret 2023 - 10:26 WIB
loading...
A
A
A
Sistem yang dihasilkan memungkinkan pemetaan medan bukaan sintetik dan deteksi target permukaan maritim.
Selain itu, sistem pengendalian tembakan baru juga memperluas jangkauan persenjataan yang dapat dikerahkan Flanker, yang sebelumnya terbatas pada rudal udara-ke-udara R-27 dan R-73 serta bom dan roket tak berpandu. Su-27SM dapat menggunakan rudal anti-kapal/anti-radiasi Kh-31A/P, rudal berpemandu laser/TV Kh-29L/T/TD, dan bom berpemandu laser.
Su-27SM dapat membawa rudal udara-ke-udara R-77-1 yang dipandu radar aktif untuk pertahanan udara, memberikan kemampuan di luar jangkauan visual yang jauh lebih baik.
F-15 Eagle ditenagai oleh dua mesin turbofan Pratt & Whitney F100-PW-100, masing-masing menghasilkan sekitar 23.000-25.000 pon daya dorong (dengan afterburner), memberikan thrust-to-weight ratio(TWR) yang sangat tinggi sekitar 1,19.
Sedangkan Su-27 memiliki TWR yang lebih besar lagi yaitu 1,23.
TWR yang lebih tinggi berarti pesawat relatif ringan untuk jumlah daya dorong yang dihasilkan mesinnya. TWR superior F-15 berakselerasi dengan cepat, bahkan saat melakukan pendakian vertikal.
Pada tahun 1986, Su-27, dilucuti dari semua persenjataan, radar, dan peralatan operasional, memecahkan delapan rekor waktu pendakian yang dibuat pada tahun 1975 oleh F-15 Streak Eagle yang dimodifikasi serupa.
Khususnya, F-15 Streak Eagle telah mengambil rekor dunia ini dari MiG-25 Foxbat yang dirancang Soviet pada tahun 1975. Pesawat Amerika berhasil mendaki hingga 30.000 meter dalam waktu kurang dari 3,5 menit dan 3.000 meter hanya dalam 27,57 detik. MiG-25 mendaki hingga 30.000 meter dalam 34,5 detik.
F-15 juga menorehkan rekor 6.000 meter, 9.000 meter, 12.000 meter, dan 15.000 meter. Rekor 15.000 meter itu pecah dengan waktu 77,05 detik.
Pada musim gugur 1986, Su-27 Flanker Soviet memecahkan rekor-rekor waktu pendakian tersebut, mengembalikannya rekor itu ke Uni Soviet.
Versi sederhana dari Su-27, yang disebut Streak Flanker, mampu mendaki hingga 3.000 meter hanya dalam 15,6 detik dan 15.000 meter hanya dalam 70,329 detik, dibandingkan dengan 27,57 detik dan 77,05 detik oleh F-15. .
Selain itu, sistem pengendalian tembakan baru juga memperluas jangkauan persenjataan yang dapat dikerahkan Flanker, yang sebelumnya terbatas pada rudal udara-ke-udara R-27 dan R-73 serta bom dan roket tak berpandu. Su-27SM dapat menggunakan rudal anti-kapal/anti-radiasi Kh-31A/P, rudal berpemandu laser/TV Kh-29L/T/TD, dan bom berpemandu laser.
Su-27SM dapat membawa rudal udara-ke-udara R-77-1 yang dipandu radar aktif untuk pertahanan udara, memberikan kemampuan di luar jangkauan visual yang jauh lebih baik.
Ketika Su-27 Ungguli Rekor F-15
Su-27 mencetak lebih dari 30 rekor dunia penerbangan, termasuk ketinggian dan daya angkut. Menariknya, Flanker bahkan merebut beberapa rekor dunia dari F-15 Amerika Serikat.F-15 Eagle ditenagai oleh dua mesin turbofan Pratt & Whitney F100-PW-100, masing-masing menghasilkan sekitar 23.000-25.000 pon daya dorong (dengan afterburner), memberikan thrust-to-weight ratio(TWR) yang sangat tinggi sekitar 1,19.
Sedangkan Su-27 memiliki TWR yang lebih besar lagi yaitu 1,23.
TWR yang lebih tinggi berarti pesawat relatif ringan untuk jumlah daya dorong yang dihasilkan mesinnya. TWR superior F-15 berakselerasi dengan cepat, bahkan saat melakukan pendakian vertikal.
Pada tahun 1986, Su-27, dilucuti dari semua persenjataan, radar, dan peralatan operasional, memecahkan delapan rekor waktu pendakian yang dibuat pada tahun 1975 oleh F-15 Streak Eagle yang dimodifikasi serupa.
Khususnya, F-15 Streak Eagle telah mengambil rekor dunia ini dari MiG-25 Foxbat yang dirancang Soviet pada tahun 1975. Pesawat Amerika berhasil mendaki hingga 30.000 meter dalam waktu kurang dari 3,5 menit dan 3.000 meter hanya dalam 27,57 detik. MiG-25 mendaki hingga 30.000 meter dalam 34,5 detik.
F-15 juga menorehkan rekor 6.000 meter, 9.000 meter, 12.000 meter, dan 15.000 meter. Rekor 15.000 meter itu pecah dengan waktu 77,05 detik.
Pada musim gugur 1986, Su-27 Flanker Soviet memecahkan rekor-rekor waktu pendakian tersebut, mengembalikannya rekor itu ke Uni Soviet.
Versi sederhana dari Su-27, yang disebut Streak Flanker, mampu mendaki hingga 3.000 meter hanya dalam 15,6 detik dan 15.000 meter hanya dalam 70,329 detik, dibandingkan dengan 27,57 detik dan 77,05 detik oleh F-15. .
(min)
Lihat Juga :