Di Tengah Konflik, Rusia dan Ukraina Perpanjang Kesepakatan Ekspor Gandum
Minggu, 19 Maret 2023 - 08:07 WIB
loading...
A
A
A
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengumumkan kesepakatan untuk memperpanjang kesepakatan pada hari Sabtu.
"Kesepakatan ini sangat penting untuk pasokan pangan global. Saya berterima kasih kepada Rusia dan Ukraina, yang tidak menyia-nyiakan upaya mereka untuk perpanjangan baru, serta Sekjen PBB," katanya seperti dikutip dari BBC, Minggu (19/3/2023).
Tetapi baik Erdogan maupun PBB tidak mengklarifikasi berapa lama itu akan berlangsung. Ukraina menginginkannya diperpanjang selama 120 hari, tetapi Rusia mengatakan hanya bersedia memperbarui pakta tersebut selama 60 hari lagi.
Duta Besar Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia, pada hari Jumat mengatakan bahwa Uni Eropa, Inggris, dan Amerika Serikat (AS) memiliki waktu dua bulan untuk menghapus sanksi apa pun yang menargetkan sektor pertanian Rusia jika mereka ingin kesepakatan dilanjutkan.
Baca Juga: Zelensky Puji ICC Keluarkan Surat Perintah Penangkapan Vladimir Putin
Moskow ingin produsen Rusia dapat mengekspor lebih banyak makanan dan pupuk ke seluruh dunia, tetapi mengatakan sanksi Barat menghalangi mereka.
"Kesepakatan ini sangat penting untuk pasokan pangan global. Saya berterima kasih kepada Rusia dan Ukraina, yang tidak menyia-nyiakan upaya mereka untuk perpanjangan baru, serta Sekjen PBB," katanya seperti dikutip dari BBC, Minggu (19/3/2023).
Tetapi baik Erdogan maupun PBB tidak mengklarifikasi berapa lama itu akan berlangsung. Ukraina menginginkannya diperpanjang selama 120 hari, tetapi Rusia mengatakan hanya bersedia memperbarui pakta tersebut selama 60 hari lagi.
Duta Besar Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia, pada hari Jumat mengatakan bahwa Uni Eropa, Inggris, dan Amerika Serikat (AS) memiliki waktu dua bulan untuk menghapus sanksi apa pun yang menargetkan sektor pertanian Rusia jika mereka ingin kesepakatan dilanjutkan.
Baca Juga: Zelensky Puji ICC Keluarkan Surat Perintah Penangkapan Vladimir Putin
Moskow ingin produsen Rusia dapat mengekspor lebih banyak makanan dan pupuk ke seluruh dunia, tetapi mengatakan sanksi Barat menghalangi mereka.
Lihat Juga :