Jika China Menginvasi, Taiwan Gempur Beijing dengan Rudal Jelajah
Sabtu, 18 Juli 2020 - 07:37 WIB
loading...
A
A
A
“Dalam menerjunkan rudal jelajah modern, Taipei menyampaikan kepada Beijing bahwa perang tidak akan terbatas pada pulau dan perairan di sekitarnya,” kata American Enterprise Institute, sebuah lembaga kebijakan di Washington, DC.
"Rudal jelajah memungkinkan Taipei untuk menimbulkan biaya pada China, baik dengan menyerang target PLA maupun dengan membawa pulang perang untuk warga China."
PLA dapat berusaha untuk mempertahankan terhadap rentetan serangan rudal jelajah Yun Feng dengan menempatkan baterai rudal surface-to-air di sekitar pangkalan yang paling penting dan dengan menekan unit rudal Taiwan di darat. (Baca juga: Taiwan Latihan Tembak Rudal, 2 Kapal Mata-mata China Mengintai )
Tetapi sistem pertahanan rudal jarang berhasil. Sangat sulit untuk menghancurkan unit peluncuran seluler kecil ketika mereka dalam penyembunyian. Selama masa perang, Taiwan mungkin akan dapat meluncurkan sebagian besar rudal jelajah Yun Feng-nya. Sebagian besar dari mereka akan menghantam sesuatu.
Taiwan mulai menerjunkan rudal jelajah Yun Feng pada awal 2014. Uji coba berlanjut pada tahun 2020. Tidak jelas berapa banyak jumlah Yun Feng yang digunakan atau yang direncanakan untuk ditempatkan dalam siaga tempur. Tetapi semakin banyak rudal jelajah yang dapat diluncurkan Taiwan ke China, invasi menjadi berisiko bagi Beijing. (Simak juga: Fahri Hamzah Sebut Kebijakan Susi Larang Nelayan Tangkap Benur Salah Fatal )
"Rudal jelajah memungkinkan Taipei untuk menimbulkan biaya pada China, baik dengan menyerang target PLA maupun dengan membawa pulang perang untuk warga China."
PLA dapat berusaha untuk mempertahankan terhadap rentetan serangan rudal jelajah Yun Feng dengan menempatkan baterai rudal surface-to-air di sekitar pangkalan yang paling penting dan dengan menekan unit rudal Taiwan di darat. (Baca juga: Taiwan Latihan Tembak Rudal, 2 Kapal Mata-mata China Mengintai )
Tetapi sistem pertahanan rudal jarang berhasil. Sangat sulit untuk menghancurkan unit peluncuran seluler kecil ketika mereka dalam penyembunyian. Selama masa perang, Taiwan mungkin akan dapat meluncurkan sebagian besar rudal jelajah Yun Feng-nya. Sebagian besar dari mereka akan menghantam sesuatu.
Taiwan mulai menerjunkan rudal jelajah Yun Feng pada awal 2014. Uji coba berlanjut pada tahun 2020. Tidak jelas berapa banyak jumlah Yun Feng yang digunakan atau yang direncanakan untuk ditempatkan dalam siaga tempur. Tetapi semakin banyak rudal jelajah yang dapat diluncurkan Taiwan ke China, invasi menjadi berisiko bagi Beijing. (Simak juga: Fahri Hamzah Sebut Kebijakan Susi Larang Nelayan Tangkap Benur Salah Fatal )
(min)
Lihat Juga :