Akibat Pandemi Covid-19, Sebanyak 265 Juta Orang Terancam Kelaparan
Sabtu, 18 Juli 2020 - 07:02 WIB
loading...
A
A
A
Sejauh ini, Lowcock mengungkapkan, PBB baru menerima USD1,7 miliar. Imbauan itu disampaikan di saat para menteri dari negara ekonomi maju (G-20) akan menggelar pertemuan virtual pada hari ini. “Pesan bagi G-20 adalah perlunya memberikan bantuan saat ini,” katanya. (Baca juga: kasus Djoko Tjandra, Satu Lagi Pejabat Polri Dicopot)
Sejauh ini, kata Lowcock, negara kaya hanya mengamankan rakyat dan ekonominya sendiri. Mereka belum berpikir pandemi ini akan berdampak lebih luas dan lebih berbahaya.
Jutaan pekerja migran dipecat sehingga tidak bisa mengirim uang ke kampung halaman mereka, program vaksinasi anak tertunda, dan negara-negara yang dilanda konflik selama beberapa tahun terakhir tidak mampu menghadapi pandemi. Banyak perusahaan diberbagai belahan dunia juga terancam gulung tikar. Investasi pun tidak bisa dikucurkan karena banyak investor harus berpikir berulang kali untuk mengembangkan bisnis.
Seruan PBB mengemuka seiring kampanye Komite Darurat Bencana di Inggris untuk membantu masyarakat yang paling terdampak pandemi. Sebanyak 14 lembaga amal, termasuk Oxfam, Christian Aid, Islamic Relief, dan Palang Merah Inggris akan bergabung dalam upaya meminta publik Inggris untuk menyumbang.
Lowcok telah melobi anggota parlemen Amerika Serikat (AS)untuk pengucuran bantuan pada awal pekan ini. Komite DPR AS telah mengajukan bantuan senilai USD10 miliar. Sejauh ini, Kongres AS hanya menyediakan USD2,4 miliar untuk bantuan darurat asing. Presiden China Xi Jinping pernah berjanjiakan memberikan bantuan USD2 miliar untuk negara miskin terdampak corona. (Baca juga: Hasil Survei, Warga DKI Jakarta Umumnya Belum Siap Memasuki New Normal)
Sementara itu, India mencatat rekor kasus Covid-19 harian sebanyak hampir 35.000 kasus kemarin. Negara itu telah menembus satu juta kasus. Lebih dari itu, Brasil telah mencapai dua juta kasus. Bersama AS, mereka menjadi tiga negara dunia yang melampaui satu juta kasus virus corona.
Sejauh ini, kata Lowcock, negara kaya hanya mengamankan rakyat dan ekonominya sendiri. Mereka belum berpikir pandemi ini akan berdampak lebih luas dan lebih berbahaya.
Jutaan pekerja migran dipecat sehingga tidak bisa mengirim uang ke kampung halaman mereka, program vaksinasi anak tertunda, dan negara-negara yang dilanda konflik selama beberapa tahun terakhir tidak mampu menghadapi pandemi. Banyak perusahaan diberbagai belahan dunia juga terancam gulung tikar. Investasi pun tidak bisa dikucurkan karena banyak investor harus berpikir berulang kali untuk mengembangkan bisnis.
Seruan PBB mengemuka seiring kampanye Komite Darurat Bencana di Inggris untuk membantu masyarakat yang paling terdampak pandemi. Sebanyak 14 lembaga amal, termasuk Oxfam, Christian Aid, Islamic Relief, dan Palang Merah Inggris akan bergabung dalam upaya meminta publik Inggris untuk menyumbang.
Lowcok telah melobi anggota parlemen Amerika Serikat (AS)untuk pengucuran bantuan pada awal pekan ini. Komite DPR AS telah mengajukan bantuan senilai USD10 miliar. Sejauh ini, Kongres AS hanya menyediakan USD2,4 miliar untuk bantuan darurat asing. Presiden China Xi Jinping pernah berjanjiakan memberikan bantuan USD2 miliar untuk negara miskin terdampak corona. (Baca juga: Hasil Survei, Warga DKI Jakarta Umumnya Belum Siap Memasuki New Normal)
Sementara itu, India mencatat rekor kasus Covid-19 harian sebanyak hampir 35.000 kasus kemarin. Negara itu telah menembus satu juta kasus. Lebih dari itu, Brasil telah mencapai dua juta kasus. Bersama AS, mereka menjadi tiga negara dunia yang melampaui satu juta kasus virus corona.
Lihat Juga :