Paus Fransiskus: Larangan Praktik Selibat Imam Gereja Katolik Dapat Diubah

Sabtu, 18 Maret 2023 - 05:59 WIB
loading...
Paus Fransiskus: Larangan...
Paus Fransiskus sebut larangan bagi imam Gereja Katolik untuk berhubungan seks hanya sementara dan dapat diubah. Foto/REUTERS
A A A
VATIKAN - Paus Fransiskus mengatakan larangan bagi para imam Gereja Katolik untuk menikah dan berhubungan seks atau dikenal sebagai praktik selibat dapat diubah. Larangan itu sudah berumur ribuan tahun.

Pemimpin Vatikan tersebut menyampaikan hal itu dalam sebuah wawancara dengan publikasi Argentina, Infobae. Menurutnya, larangan bagi para pastor untuk berhubungan seks hanya sementara.

"Tidak ada kontradiksi bagi seorang pastor untuk menikah. Selibat di Gereja Barat adalah rekomendasi sementara," kata Paus Fransiskus.

"Itu tidak abadi seperti penahbisan imam, yang selamanya suka atau tidak suka. Di sisi lain, selibat adalah disiplin," lanjut dia, yang dilansir dari Fox News, Jumat (17/3/2023).

Baca Juga: Paus Fransiskus Sebut Homoseks Bukanlah Kejahatan

Gereja Katolik mulai menjalankan praktik selibat pada abad ke-11 karena para imam tanpa anak lebih cenderung meninggalkan uang mereka ke gereja.

Vatikan sejauh ini melarang praktik seks di antara para imam, meskipun telah menghadapi seruan untuk mengakhiri aturan tersebut.

Gereja Katolik Jerman telah memilih sebuah resolusi yang menuntut Paus Fransiskus untuk mengakhiri persyaratan selibat bagi para imam.

Ketika Paus Fransiskus ditanya apakah dia akan mengakhiri larangan seks untuk para imam, dia berkata, "Setiap orang di Gereja Timur sudah menikah, atau mereka yang mau. Sebelum pentahbisan, ada pilihan untuk menikah atau membujang."

Francis mencatat bahwa, sebelum wawancara dengan jurnalis Infobae; Daniel Hadad, dia telah bertemu dengan seorang imam Katolik Timur yang bekerja di Kuria Roma dan bahwa imam tersebut memiliki seorang istri dan anak laki-laki.

Tapi komentarnya mengungkapkan kontras dengan apa yang dia katakan di masa lalu tentang praktik selibat.

Pada tahun 2019, Francis berkata, "Secara pribadi, saya pikir selibat adalah anugerah bagi Gereja. Saya akan mengatakan bahwa saya tidak setuju dengan mengizinkan selibat opsional."

Dia juga mengatakan pada saat itu bahwa dia percaya mungkin ada beberapa pengecualian untuk imam yang menikah dalam ritus Latin ketika ada "kebutuhan pastoral" di lokasi terpencil di mana hanya ada sedikit pastor.

Dalam wawancara baru-baru ini dengan Hadad, Paus berbicara lebih lanjut tentang meningkatnya angka perceraian, menyebut kaum muda terkadang menikah terlalu dini dan pernikahan mereka kurang bermakna. Dia mengatakan tentang masalah pembatalan aturan bahwa dia melihat pada pernyataan pendahulunya; Benediktus XVI.

"Sebagian besar pernikahan gereja tidak sah karena kurangnya iman," kata Paus Fransiskus.

"Kadang-kadang seseorang pergi ke pesta pernikahan, dan sepertinya itu lebih seperti resepsi sosial dan bukan sakramen. Ketika orang muda mengatakan selamanya, siapa yang tahu apa yang mereka maksud dengan selamanya."

"Seorang wanita yang sangat bijaksana pernah mengatakan kepada saya: 'Kalian para imam sangat cerdas. Untuk menjadi imam Anda harus menghabiskan enam, tujuh tahun di seminari. Di sisi lain, untuk menikah, seumur hidup—karena seorang imam bisa pergi, di sisi lain, bagi kami itu untuk seumur hidup—mereka memberi kami empat pertemuan'," lanjutnya.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Sinifikasi Agama di...
Sinifikasi Agama di China Menguat, Gereja Katolik Patriotik Jadi Sorotan
2 Perempuan Kembar Ini...
2 Perempuan Kembar Ini Lahir Berselang Beberapa Menit, tapi Memiliki Ayah yang Berbeda
Suami Bejat, Terbukti...
Suami Bejat, Terbukti Bantu 120 Pria Beli Layanan Seks Istrinya
Kehidupan Kristen di...
Kehidupan Kristen di China: Regulasi Ketat Batasi Kegiatan Amal Gereja
Aturan Baru China Wajibkan...
Aturan Baru China Wajibkan Uskup dan Pastor Serahkan Paspor
Kementerian HAM Kawal...
Kementerian HAM Kawal Penyelesaian Persoalan Tempat Ibadah Jemaat POUK Tesalonika Teluknaga
Mantan Menteri Kehakiman...
Mantan Menteri Kehakiman Korsel Divonis 25 Tahun Penjara Terkait Peran dalam Darurat Militer
Gempa M7,2 di Jepang:...
Gempa M7,2 di Jepang: Gedung-Gedung di Tokyo Berguncang, Korban Nihil
Rekomendasi
Arus Peti Kemas Bandar...
Arus Peti Kemas Bandar Lampung Sepanjang 2026 Alami Peningkatan Signifikan
Ekuador vs Jerman: Der...
Ekuador vs Jerman: Der Panzer Kejar Angka 12
Waspadai Phishing dan...
Waspadai Phishing dan CS Palsu di Platform Kripto, Begini Modusnya
Berita Terkini
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Infografis
15 Kolonel Pecah Bintang...
15 Kolonel Pecah Bintang Jadi Brigjen TNI usai Dapat Promosi Jabatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved