Hendak Ditangkap ICC, Vladimir Putin Tak Bisa Masuk ke 123 Negara
Sabtu, 18 Maret 2023 - 02:27 WIB
loading...
A
A
A
Kyle Orton, seorang pakar terorisme dan keamanan nasional mengatakan ini adalah kasus yang kedua kalinya di mana seorang kepala negara yang sedang menjabat menjadi target penangkapan oleh ICC. Yang pertama adalah Omar al-Bashir yang diincar ICC ketika menjabat sebagai Presiden Sudan atas tuduhan kejahatan genosida.
Menurut Reidy, jika Putin tidak pernah bepergian ke salah satu dari 123 negara anggota ICC, maka jika ada pergantian kekuasaan di Rusia, dia mungkin akan diserahkan oleh otoritas Rusia.
Dia mencontohkan penggulingan Slobodan Milošević di Beograd, Yugoslavia.
Rushton menambahkan, "Presiden Rusia masa depan mungkin menukarnya ke Barat dengan imbalan niat baik, seperti keringanan sanksi. Dengan cara yang sama, Milosevic dikirim ke Pengadilan Kriminal Internasional untuk Bekas Yugoslavia ketika dia jatuh dari kekuasaan oleh pemerintah Serbia yang baru."
Sekutu Rusia, Tajikistan dan Venezuela, adalah pihak dalam perjanjian ICC. "Jadi itu benar-benar akan tergantung pada kerja sama mereka untuk menangkap dan menyerahkannya jika dia bepergian ke sana," kata Reidy.
Pada Juni tahun lalu, Putin mengunjungi Tajikistan untuk mengadakan pembicaraan dengan Presiden Emomali Rahmon.
Menurut Reidy, jika Putin tidak pernah bepergian ke salah satu dari 123 negara anggota ICC, maka jika ada pergantian kekuasaan di Rusia, dia mungkin akan diserahkan oleh otoritas Rusia.
Dia mencontohkan penggulingan Slobodan Milošević di Beograd, Yugoslavia.
Rushton menambahkan, "Presiden Rusia masa depan mungkin menukarnya ke Barat dengan imbalan niat baik, seperti keringanan sanksi. Dengan cara yang sama, Milosevic dikirim ke Pengadilan Kriminal Internasional untuk Bekas Yugoslavia ketika dia jatuh dari kekuasaan oleh pemerintah Serbia yang baru."
Sekutu Rusia, Tajikistan dan Venezuela, adalah pihak dalam perjanjian ICC. "Jadi itu benar-benar akan tergantung pada kerja sama mereka untuk menangkap dan menyerahkannya jika dia bepergian ke sana," kata Reidy.
Pada Juni tahun lalu, Putin mengunjungi Tajikistan untuk mengadakan pembicaraan dengan Presiden Emomali Rahmon.
(min)
Lihat Juga :